Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Kementerian Agama Moh Agus Salim mengatakan, selain berpuasa, bulan suci Ramadan bisa disempurnakan dengan amaliah sunah lainnya, seperti salat tarawih.
“Agar keutamaan salat tarawih tidak sia-sia, harus diperhatikan syarat dan rukunnya, salat itu kan ada aturannya, ada rukun ada wajib, bacaannya harus benar, harus ada tajwidnya, Termasuk memperhatikan thuma’ninah, supaya tidak sia-sia dan hanya mendapat lelah saja,” ujar Agus, di Jakarta (16/4).
Agus mengatakan, semua amalan di bulan Ramadan ini dilipatgandakan, Ramadan bulan yang sangat istimewa, dan keistimewaan itu tidak hanya terletak pada kewajiban berpuasa tapi juga pada amaliah lainnya, salah satunya salat tarawih yang memiliki banyak fadilah atau keutamaan.
“Salat tarawih bahkan dianjurkan oleh Rasulullah SAW, dalam sebuah hadis riwayat HR al-Bukhari, Muslim dikatakan, barangsiapa ibadah (salat tarawih) di bulan Ramadan seraya beriman dan ikhlas, maka diampuni baginya dosa yang telah lampau,” ujar Agus.
Oleh karena itu, kata Agus, salat sunah tarawih yang khusus ditunaikan pada malam bulan Ramadan, agar dilakukan dengan tidak terburu-buru karena mengejar jumlah rakaat tertentu.
“Salat tarawih bisa dikerjakan secara ringkas dengan membaca surat-surat pendek setelah Surat Al-Fatihah. Tetapi tetap harus menjaga syarat dan rukunnya, serta hukum tajwidnya harus benar, dan harus dilakukan dengan khusyuk. Karena kekhusyukan dalam salat merupakan bagian dari kesempurnaan salat,” pungkasnya.
(Anty)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



