Jakarta, Bimas Islam --- Keistimewaan dan keutamaan bulan suci Ramadan semua amal saleh yang dilakukan akan dilipatgandakan pahala dan kebaikannya, oleh karena itu, Direktur Urusan Agama dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Moh. Agus Salim memberikan tips kepada perempuan yang sedang mengalami siklus haid atau menstruasi agar tetap mendapatkan keutamaan dan keistimewaan bulan Ramadan.
Menurut Agus, siklus bulanan yang dialami perempuan seperti haid memang mendapat batasan untuk menunaikan ibadah-ibadah seperti puasa, salat, membaca, dan menyentuh mushaf Al-Qur'an. Namun, perempuan haid bisa melakukan amaliah sunah lainnya.
“Di antara ibadah yang bisa dilakukan perempuan yang sedang haid adalah dengan memperbanyak berzikir, seperti membaca tasbih (subhanallah), tahlil (lailahaillallah), dan tahmid (alhamdulillah),” ujar Agus di Jakarta, Senin (26/4).
Agus menuturkan, menurut para ulama, menghidupkan malam Ramadan tidak hanya salat, tapi juga mencakup semua ketaatan. Sebagaimana dikatakan Al-Hafizh Ibnu Hajar “menghidupkan malam Ramadan maksudnya begadang dengan melakukan ketaatan (ibadah)”. Katanya.
Oleh karena itu, kata Agus, perempuan yang sedang haid juga bisa melalukan amalan-amalan sunah, di samping ibadah-ibadah yang bersifat ritual juga bisa melakukan kegiatan positif yang bersifat sosial, seperti mengikuti kajian keagamaan, memberikan sedekah, dan kegiatan sosial lainnya.
(Anty)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



