Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Moh. Agus Salim mengatakan, menjelang hari raya Iduladha dianjurkan untuk puasa sunah Arafah yang dilaksanakan pada setiap tanggal 9 Zulhijah, atau sehari sebelum Iduladha.
Menurut Agus, banyak keutamaan puasa sunah Arafah seperti yang dikatakan Nabi Muhammad SAW dalam riwayat, "puasa hari Arafah dapat menghapuskan dosa dua tahun yang telah lalu dan akan datang, dan puasa Asyura (10 Muharram) menghapuskan dosa setahun yang lalu," (HR Muslim).
“Puasa Arafah merupakan puasa sunah yang bertepatan dengan wukuf jemaah haji di Arafah. Jadi bagi yang tidak menjalankan ibadah haji, disunahkan untuk berpuasa Arafah,” ujar Agus kepada bimasislam di Tangerang, Selasa, (6/7).
Dikatakan Agus, Allah SWT sangat mencintai amal-amal saleh yang dikerjakan pada 10 hari pertama bulan Zulhijah.
Keutamaan tersebut, menurut Agus, sesuai dalam hadis yang artinya:
“Tidak ada hari di mana amal saleh pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu: sepuluh hari dari bulan Zulhijah. Mereka bertanya: Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah? Rasulullah menjawab: Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun." (HR. Imam Bukhori).
Lebih lanjut, Agus mengajak kepada umat Islam untuk memperbanyak amal saleh menjelang perayaan Iduladha. “Tingkatkan ibadah, tingkatkan amal saleh, semoga Allah SWT dapat memberikan ampunan kepada kita, dan mengangkat wabah Covid-19 ini dari muka bumi,” pungkasnya.
(Anty)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



