Berikut lima lima pilar penopang kekuatan Islam Wasathiyah di Indonesia:
- Pilar Agama. Sejak dari nenek moyang dan leluhurnya, bangsa Indonesia merupakan bangsa religius dan menunjang tinggi norma Ketuhanan di atas segalanya;
- Pilar Sosial Kebudayaan. Bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang menjunjung tinggi norma-norma budaya luhur seperti, gotong royong, musyawarah dan tolong menolong;
- Pilar Politik Kebangsaan. Kemerdekaan dan kedaulatan yang diraih Indonesia berkat perjuangan politik para pejuang, ulama dan rakyat;
- Pilar Ekonomi. Sektor ekonomi berperan fundamental bagi proses mengisi nikmat kemerdekaan;
- Pilar Hukum. Indonesia hanya akan menjadi negara besar yang paripurna jika aspek hukumnya menjadi panglima yang mengatur kehidupan bangsa dan negara.
Dalam kesempatan ini pun Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Moh. Agus Salim menjelaskan tentang ujian dan tantangan pilar keagamaan. “Selama perjalanannya, anyaman kebangsaan Indonesia dengan pilar keagamaan tidak lepas dari ujian dan tantangan di berbagai wilayah di Indonesia,” ujarnya.
Dan tidak sampai disitu, menurut Direktur, upaya untuk melemahkan dan menghancurkan anyaman kebangsaan tersebut terasa semakin mengkhawatirkan bagi keutuhan dan masa depan bangsa.
Oleh karena itu, Direktur menambahkan, gerakan merawat dan memperkuat anyaman kebangsaan dengan pilar keagamaan sangat penting dan mahal. Upaya dan ikhtiar dialog yang dialogis adalah pilihan paling strategis agar segenap elemen bangsa, baik unsure pemerintah, agamawan, organisasi kemasyarakatan dapat mencurahkan aspirasi dan kontribusi pemikirannya untuk kemajuan dan kesejahteraan bangsa Indonesia.
Dialog Nasional Keagamaan dan Kebangsaan digelar selama tiga hari, tanggal 17 hingga 19 Juli 2019 yang dihadiri 100 orang. Dalam kegiatan ini juga hadir sejumlah tokoh di antaranya Ketua Komisi Dakwah MUI K.H. Cholil Nafis yang menjadi pembicara kunci, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Kep. Riau, Rektor IAIN Sultan Abdurrahman Kep. Riau, dan sejumlah pejabat di lingkungan Kanwil Kemenag Provinsi Kepulauan Riau.
Penulis: Subdit Bina Paham Keagamaan Islam dan Penanganan Konflik
Editor: Subdit Bina Paham Keagamaan Islam dan Penanganan Konflik
Foto: Bimas Islam



