Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Kementerian Agama Moh Agus Salim mengatakan, bulan suci Ramadan merupakan rahmat bagi umat Islam, dan akan melipatgandakan orang yang berusaha memaksimalkan ibadah dan kesalehan sosialnya.
“Ketika seseorang yang menjalankan ibadah puasa, salat tarawih, salat tahajud, mengkhatamkan Al-Qur’an, dan amaliah ibadah lainnya, harus berdampak kepada kebaikan sosial, dan harus memberi dampak kepada akhlak yang baik kepada lingkungan sekitarnya” kata Agus di Jakarta, Rabu (14/4).
Agus menjelaskan, kesalehan seseorang tidak hanya dari ibadah ritualnya saja, tetapi juga dilihat dari kepeduliannya terhadap perilaku sosialnya dalam menerapkan nilai-nilai islami dalam kehidupan bermasyarakat, sehingga keduanya harus dipadukan.
“Dalam Al-Qur'an juga mengajarkan bagaimana berbuat baik kepada sesama manusia, sikap demokratis, menghargai hak orang lain, memberi dan membantu sesama, dan satu hal yang harus diperhatikan, yaitu kepedulian kita terhadap lingkungan sekitar, itulah bentuk dari kesalehan sosial kita, sehingga semua ibadah spiritual dan sosial dilipatgandakan pahalanya,” kata Agus.
Puasa di bulan Ramadan, kata Agus, mengajarkan kepada sikap kepatuhan mengendalikan diri, dan mengendalikan hawa nafsu, maka secara sinergis harus selaras dengan kesalehan sosial.
“Jika seorang kita semua mampu memadukan dan menerapkan antara kesalehan spiritual dan sosial, maka kehadirannya akan mampu menjadi seorang muslim yang menebarkan Islam yang rahmatan lil alamin,” pungkasnya.
(Anty)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



