Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Kementerian Agama Moh. Agus Salim mengatakan, hal terpenting ketika membangun masjid tidak hanya desain atau interior yang indah, tapi perlu diperhatikan fasilitas yang ramah terhadap disabilitas.
“Kami sangat mendukung pembangunan masjid yang megah dan indah, akan tetapi yang perlu diperhatikan, setiap masjid sudah harus mendukung fasilitas bagi penyandang disabilitas,” ujar Agus saat menjadi narasumber Podcast To The Point, di channel YouTube Bimas Islam TV, Kamis (1/7).
Dikatakan Agus, dengan menyediakan sarana khusus bagi disabilitas, seperti tempat wudhu, kamar mandi, dan akses masuk ke dalam masjidnya.
“Karena saudara kita penyandang disabilitas juga harus merasa nyaman ketika beribadah. Karena itulah wujud dari kesetaraan dalam beribadah,” paparnya.
Menurut Agus, ada beberapa contoh masjid yang ramah terhadap disabilitas di Jakarta. Seperti Masjid Istiqlal, Masjid Jami An Ni’mah Pondok Labu, Masjid Al Mukarromah Pesanggrahan, dan Masjid El-Syifa Ciganjur, Jagakarsa.
“Masjid-masjid ramah disablitas tersebut sudah difasilitasi ragam kebutuhan penyandang disabilitas, mulai dari penyediaan kursi roda bersih, kursi untuk sholat, dan tempat parkir, serta wudu khusus disabilitas,” ujarnya.
Agus berharap, masjid ramah disabilitas tersebut semoga dapat dijadikan contoh oleh masjid yang ada di seluruh Indonesia.
(Anty)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



