Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Kemenag, Adib meminta kesiapan 17 calon imam masjid untuk Uni Emirat Arab (UEA) dipastikan. Menurutnya, hal tersebut perlu dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
"Mohon dipastikan kesiapan 17 calon imam masjid untuk UEA, mulai dari kesiapan dokumen, kesiapan fisik, mental, dan lainnya," kata Adib dalam pesannya pada Pembekalan Teknis dan Penguatan Moderasi Beragama di Hotel Mercure Cikini, Jakarta, Jumat (3/6).
Menurut mantan Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat ini, memastikan kesiapan 17 calon imam masjid ini penting dilakukan. Karenanya, kata dia, jangan sampai ada yang gagal berangkat hanya karena kurang siapnya para calon imam masjid untuk UEA.
"Selain kesiapan dokumen, kesiapan lain juga perlu diperhatikan, misalnya terkait Islam wasatiah. Indonesia sudah dikenal masyarakat dunia sebagai negara dan bangsa yang berhasil mengelola keberagaman, termasuk menjaga hubungan antarpemeluk agama," katanya.
Adib berpesan kepada para calon imam masjid untuk memperhatikan aktivitas di media sosial. Dia menegaskan, kultur kehidupan sosial UEA sangat berbeda dengan Indonesia.
"Kami berpesan untuk betul-betul menjaga aktivitas media sosial. Jangan sampai turut bergabung atau mendukung segala bentuk politik praktis, baik di UEA maupun di Indonesia. Pesan ini harap diingat dan diperhatikan dengan baik," kata Adib.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



