Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Kementerian Agama Moh Agus Salim mengatakan, Ramadan merupakan momentum cerminkan semangat implementasi moderasi beragama, yaitu adanya saling menghormati bagi yang berpuasa dan juga sebaliknya.
“Orang yang berpuasa harus menghormati yang tidak puasa, tapi juga sebaliknya, yang tidak berpuasa harus menghormati yang berpuasa, dan itu merupakan nilai-nilai kebaikan di tengah umat beragama di Indonesia,” ujar Agus saat ditemui di ruang kerjanya di Kantor Kemenag RI, Jl MH. Thamrin No.6 Jakarta, Senin (19/4).
Agus menuturkan, moderasi beragama tidak dapat dipisahkan dari terma toleransi, dan menjadi salah satu indikator yang paling signifikan untuk menciptakan kerukunan umat beragama, serta toleransi merupakan buah dari moderasi jika diterapkan.
“Jadi kalau ditanya soal siapa yang harus dihormati, antara yang berpuasa dan yang tidak berpuasa, umat Islam maupun non muslim sudah sepantasnya saling menghormati yang sedang beribadah,” katanya.
Menurut Agus, kemajemukan bangsa Indonesia adalah kekayaan dan berkah bagi bangsa Indonesia yang tidak dimiliki bangsa lainnya, bangsa Indonesia sesungguhnya mempunyai modal sosial yang kuat untuk merawat keberagaman.
(Anty)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



