Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais dan Binsyar) Kementerian Agama (Kemenag), Adib mengatakan, moderasi beragama bukan hanya dipelajari, tetapi juga dipraktikkan. Karenanya, kata dia, penting membumikan praktik-praktik moderasi beragama melalui perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
Hal tersebut disampaikan Adib saat menjadi narasumber pada Obrolan Seputar Soal Islam (OBSESI) seri #128 bertajuk ‘Tradisi & Ajaran Antara Intoleransi dan Moderasi’ yang tayang di Youtube Bimas Islam TV, Rabu (20/4).
“Moderasi beragama bukan hanya dipelajari dan dipahami, tetapi juga pada kehidupan nyata harus dipraktikkan. Saya melihatnya selama ini kita sudah mempraktikkan moderasi beragama. Ini perlu kita pertahankan, kalau bisa ditingkatkan lagi,” ujar Adib.
Mantan Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat ini mengungkapkan, moderasi beragama yang dalam bahasa agama sebagai Islam wasatiah, juga dianggap penting oleh Arab Saudi. Hal itu terungkap saat Menteri Urusan Agama Islam, Dakwah dan Penyuluhan Arab Saudi Syaikh Abdullatif bin Abdulaziz Alu Syaikh ke Indonesia, beberapa waktu lalu.
“Kemarin ketika Menteri Urusan Agama Islam Arab Saudi datang ke Indonesia memiliki frekuensi yang sama dalam memahami betapa pentingnya Islam wasatiah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ini,” katanya.
Untuk itu, dia kembali menegaskan, moderasi beragama harus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
"Moderasi beragama merupakan praktik kehidupan yang dicontohkan ulama-ulama terdahulu dengan memegang prinsip toleran dan antikekerasan. Menurut saya, menguatkan praktik moderasi beragama lebih penting daripada menjadikan moderasi beragama hanya sebagai teori semata,” tambahnya.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



