Cilacap, Bimas Islam --- Banjir melanda sebagian wilayah Kabupaten Cilacap, termasuk merendam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Nusawungu. Plt Kepala KUA Nusawungu, Atful Munawar mengatakan, pihaknya langsung mengamankan dokumen-dokumen penting yang ada di KUA.
“Kami mengantisipasi banjir dengan memindahkan semua arsip-arsip dan peralatan elektronik ke tempat yang lebih tinggi. Arsip-arsip penting seperti akta nikah, buku nikah, akta wakaf kita pastikan aman dari banjir,” ujar Atful dalam keterangannya di Nusawungu, Senin (21/3).
Menurut dia, hujan lebat yang mengguyur sejumlah daerah di wilayah Cilacap dan sekitarnya sejak Senin (14/3) malam mengakibatkan gedung KUA Nusawungu tergenang air. “Sampai Senin ini banjir masih menggenangi ruangan KUA setinggi 10 sentimeter,” katanya.
“Banjir terjadi akibat curah hujan yang tinggi, dan gedung KUA berada di dataran yang rendah, ditambah lagi adanya peninggian jalan di sebelah timur KUA, semakin memperparah banjir karena air tidak bisa pergi akibat terhalang jalan beton tersebut,” imbuhnya.
Atful mengungkapkan, banjir yang menggenangi sejumlah desa di Kecamatan Nusawungu merupakan banjir terbesar sejak tahun 1985. “Di sini memang sering banjir, tapi tidak sebesar sekarang. Ini banjir yang termasuk paling besar sejak tahun 1985,” katanya.
Dia mengatakan, Kepala Kemenag Kabupaten Cilacap, Imam Tobroni sempat meninjau KUA Nusawungu. “Beliau hadir untuk memastikan kondisi kesehatan pegawai KUA dan memastikan keamanan arsip-arsip penting serta peralatan elektronik dari teredam air maupun dari tindak pencurian,” kata Atful.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



