Semarang, Bimas Islam --- Tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap anak dan ibu masih terjadi di tengah masyarakat. Sedihnya, mereka yang menjadi penyintas belum mendapatkan saluran yang memadai untuk mendapatkan bantuan. Bahkan mereka kerap bersembunyi dari orang sekitar karena malu dan alasan lainnya.
Didorong oleh fakta tersebut dan keinginan untuk membantu para penyintas itulah, Penyuluh Agama Islam (PAI) di Kota Semarang mendirikan sebuah komunitas yang diberi nama Support Group (SG) Sekartaji.
"Banyak kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yg terjadi di masyarakat. Mereka membutuhkan dulungan psikologi dan spiritual untuk pemulihan," ungkap PAI Kota Semarang, Siti Wachidah di Semarang kepada Bimas Islam, Jumat (23/4/21).
Siti menambahkan, berdasarkan fakta yang ditemukan di lapangan, salah satu penyebab adanya tindak kekerasan ini karena salah paham terkait peran perempuan dan anak. Perempuan dan anak, tambahnya, masih dikurung di dalam rumah dan tidak mendapatkan porsi di ranah publik.
"Padahal dalam batas yang dibolehkan, perempuan memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam pembangunan bahkan kehidupan berpolitik melalui kebebasan berserikat dan berorganisasi," tambahnya.
Melalui SG Sekartaji itulah banyak dilakukan diskusi dan pendampingan bagi penyintas KDRT. Pertemuan komunitas ini dilakukan sebanyak dua kali dalam sebulan.
"Dengan terbentuknya komunitas ini, para anggota saling tolong menolong dan memberi dukungan dalam bentuk konseling kelompok, advokasi, dan aksi solidaritas berupa dukungan moral serta pendampingan dalam proses hukum," pungkasnya.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



