Samarinda, bimasislam – “Islam Wasathiyah (moderasi Islam) seyogyanya dilakukan sejak sedini mungkin, hal ini dimaksudkan untuk menyemai dan menumbuh kembangkan sikap dan prilaku toleran antar sesama dengan menghindarkan diri dari hoax dan fitnah”. Demikian dikatakan Dirjen Bimas Islam, Muhammadiyah Amin di hadapan peserta Dialog Nasional Keagamaan dan Kebangsaan di Hotel Bumi Senyiur, Samarinda – Kalimantan Timur, Jumat (22/3).
Lebih lanjut Muhammadiyah Amin menegaskan, bahwa Indonesia sejatinya berhasil membangun moderasi Islam dan menjadi kiblat peradaban dunia dalam hal Islam wasathiyah.
“Wajah moderasi Islam nampak dalam hubungan harmoni antara Islam dan kearifan lokal. kearifan lokal sebagai warisan budaya Nusantara, mampu disandingkan secara sejajar sehingga antara spirit Islam dan kearifan budaya berjalan seiring, tidak saling menegasikan, bahkan antara keduanya menjadi sesuatu yang sifatnya mutualisme simbiosis (saling memerlukan satu sama lain)”.
Pada kesempatan kali ini, Muhammadiyah Amin memaparkan Strategi Ditjen Bimas Islam dalam Menyikapi Hoax dan Fitnah, yaitu: pertama, pemberdayaan penyuluh agama, pemberdayaan penyuluh agama Islam PNS/ Non-PNS di seluruh tanah air untuk membimbing, membina, dan mengarahkan umat Islam agar tetap setia kepada Pancasila dan NKRI, menghindari hoax dan fitnah dengan membangun kesadaran dan mengarusutamakan Islam Wasathiyah;
Kedua, pemberdayaan da’i atau mubaligh, melalui program pembibitan calon da’i muda dapat dijadikan sebagai bentuk kehadiran Negara dalam pencegahan munculnya gerakan radikalisme berbasis agama;
Ketiga, kemitraan strategis, merupakan program kerjasama yang melibatkan seluruh elemen dalam rangka penanggulangan radikalisme berbasis agama;
Keempat, penyusunan kriteria situs bermuatan radikal;
Kelima, pembinaan pelaksanaan nilai-nilai syariah, melalui program ini telah dikeluarkan pola dan pedoman pembinaan syariah yang dibagikan secara cuma-Cuma kepadap publik;
Keenam, penerbitan buku Islam moderat, melalui penerbitan buku diharapkan masyarakat dapat tercerahkan dan mendapatkan input tentang pentingnya menjaga harmoni umat dalam wadah NKRI;
Terakhir, ketujuh, kampanye dan sosialisasi nilai-nilai Islam Rahmatan Lil ‘Alamin melalui tayangan iklan di media massa, website, media sosial, stiker, penyebaran film documenter, animasi dan motion graphic.
Kegiatan Dialog Nasional Keagamaan dan Kebangsaan yang diselenggarakan oleh Subdit Bina Paham Keagamaan Islam dan Penanganan Konflik yang salah satu tujuannya yaitu “Memantapkan Kerukunan Intra dan Antar Umat Beragama” sebagai implementasi misi Kementerian Agama.
Penulis : Bina Paham Keagamaan Islam dan Penangann Konflik
Editor : Bina Paham Keagamaan Islam dan Penangann Konflik
Foto: Bimas Islam
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



