Jakarta, Bimas Islam – Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin menyampaikan, peran penghulu sangat sentral dalam kehidupan masyarakat, namun eksistensi penghulu belum sepenuhnya dirasakan.
Hal itu disampaikannya dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) di Jakarta, Senin (24/7/2023).
“Penghulu memainkan peran yang sangat sentral dan penting, tapi publik belum mengakui dan merasakan eksistensi penghulu,” ungkapnya.
Dirjen mengungkapkan, hal tersebut merupakan tantangan bagi penghulu. Ia pun mengajak APRI untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dengan membangun kemitraan strategis dengan berbagai pihak.
“Kita harapkan, penghulu bisa membangun kemitraan strategis untuk membangunkan kesadaran publik, bahwa profesi penghulu ini sangat fundamental dalam proses berbangsa dan bernegara,” ujarnya.
“Mari kita melakukan yang terbaik. Mari kita jadikan asosiasi ini sebagai wasilah/sarana untuk memberi hal yang terbaik bagi bangsa dan negara ini,” sambungnya.
Di akhir, Kamaruddin mengatakan, penghulu harus berlari kencang untuk mewujudkan cita-cita bersama, yakni menciptakan keluarga yang berkualitas, bermutu, dan sakinah, mawaddah, warrahmah.
Ba/Mr



