Jakarta, bimasislam --- Pelayanan pemerintah kepada masyarakat dituntut untuk terus sesuai dengan perkembangan zaman. Oleh sebab itu Aparatur Sipil Negara (ASN) harus responsif terhadap kemajuan teknologi informasi yang sangat cepat.
Demikian disampaikan Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin saat membuka kegiatan Rapat Koordinasi Sistem Informasi Manajemen Bimas Islam Tingkat Pusat di Hotel Lumire, Jakarta Pusat, Rabu (8/8).
Dikatakan Dirjen, kesadaran terhadap kemajuan teknologi itulah yang membuat Ditjen Bimas Islam terus berbenah untuk menyediakan layanan kepada masyarakat berbasis teknologi informasi.
"Pada tahun 2014 atau empat tahun yang lalu, aplikasi yang ada di SIMBI hanya empat, yaitu SIMAS (Sistem Informasi Masjid), SIMKAH (Sistem Informasi Manajemen Nikah), SIMZAT (Sistem Informasi Manajemen Zakat), dan SIWAK (Sistem Informasi Wakaf)," katanya.
Dirjen menambahkan, dua tahun kemudian SIMPENAIS (Sistem Informasi Manajemen Penerangan Agama Islam) diluncurkan, juga aplikasi lain seperti e-Kinerja Penyuluh dan sebagainya.
Saat ini, layanan berbasis teknologi informasi pada Ditjen Bimas Islam terus bertambah. Sejumlah layanan baru berbasis daring (dalam jaringan) juga tengah disiapkan untuk bisa melayani masyarakat secara lebih cepat.
"Seiring berjalannya waktu, konten setiap aplikasi yang ada di SIMBI terus berkembang mengikuti kebutuhan yang ada. Saat ini sudah ada e-MTQ, Pustaka Digital, Sistem Informasi Hisab Rukyat (SIHAT), dan lain lain," urai Dirjen.
Terkait dengan perkembangan teknologi informasi yang berjalan sangat pesat itu, Dirjen mengingatkan agar pegawai Ditjen Bimas Islam dapat menyesuaikan diri.
"Jangan sampai kita, sebagai ASN ketinggalan zaman!" tegas Dirjen.
Rapat Koordinasi Sistem Informasi Manajemen Bimas Islam Tingkat Pusat berlangsung tanggal 8-10 Agustus 2018. Kegiatan ini diikuti 60 peserta yang merupakan perwakilan dari masing-masing unit di Bimas Islam yang terkait dengan layanan online, serta peserta dari mitra strategis Bimas Islam di antaranya Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Wakaf Indonesia (BWI), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), dan lain-lain.
Penulis : nhkurniawan
Editor : sigit kamseno
Foto : bimasislam
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



