Jakarta, Bimas Islam -- Dirjen Bimas Islam Kemenag Kamaruddin Amin mengatakan, sebanyak 10.500 penceramah di Indonesia sudah memiliki kapasitas untuk menyampaikan moderasi beragama dan wawasan kebangsaan. Hal itu ia sampaikan saat mengisi sesi diskusi dalam acara Sarasehan Nasional Kemasjidan 2023 di Jakarta, Jumat (17/3/2023).
"Kita punya 10.500 penceramah. Mereka adalah penceramah yang sudah dilatih oleh Kemenag, dua hingga tiga tahun terakhir," ucap Kamaruddin.
Selain menyampaikan ceramah agama, ujar Dirjen, seorang dai juga harus membahas aspek kebangsaan, agar masyarakat dapat menjadi umat beragama sekaligus warga negara yang baik.
Dirjen juga mengatakan, jumlah penceramah di Indonesia mencapai ratusan ribu dengan beragam sudut pandang. Keberagaman sudut pandang penceramah, imbuhnya, tidak dilarang di Indonesia. Namun, akan menjadi tantangan jika terjadi kontestasi dengan paham lain dalam menyampaikan moderasi beragama.
"Penceramah lainnya tentu jauh lebih banyak, ada ratusan ribu. Inilah kekhasan di Indonesia. Tidak ada yang bisa melarang untuk berceramah, semua orang bisa berceramah," pungkasnya.
Sesi diskusi ini dimoderatori Kasubdit Bina Paham Keagamaan Islam dan Penanganan Konflik Dedi Slamet Riyadi. Menjadi narasumber, K.H. Abdul Mannan Ghani dari Perkumpulan Penggerak Pemakmuran Masjid Indonesia, Kasubdit Fasilitasi Kerukunan Umat Beragama dan Agama Kepercayaan Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri Hartono, serta Lolly Suhenty dari Bawaslu.
Dalam sesi ini juga terlihat Kasubdit Kemasjidan Akmal Salim Ruhana, sejumlah Kasubdit Direktorat Urusan Agama Islam, serta perwakilan Kanwil Kemenag dan pengurus masjid seluruh Indonesia.
Fn/Mr



