Jakarta, Bimas Islam -- Seni dan budaya merupakan bagian dari ekosistem penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kehadirannya seringkali tidak dirasakan, padahal memiliki makna dan peran yang sangat mendasar.
Demikian disampaikan Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin dalam kegiatan Temu Konsultasi Seniman dan Budayawan Nusantara, Kamis (20/7/2023) di Jakarta.
"Seni adalah sesuatu yang universal dan bisa dipahami serta dinikmati oleh siapa pun tanpa mengenal latar belakang," ujarnya.
Agama dan budaya, merupakan dua hal yang tak bisa dipisahkan. Ia pun memaparkan tiga hal bagaimana ajaran Islam sangat bersinggungan dengan kebudayaan.
"Sumber otoritas agama Islam adalah Al-Qur'an dan Sunah. Al-Qur'an merupakan pesan-pesan dari Allah, kalamullah, tetapi ketika harus menyapa manusia, tentu membutuhkan budaya sebagai implementasinya," paparnya.
Al-Qur'an, imbuhnya, menyapa budaya, dan menjadikan budaya sebagai instrumen untuk bisa dipahami. Maka, turunlah Al-Qur'an dengan bahasa Arab.
"Kedua adalah bagaimana Al-Qur'an dan Sunah ini dipahami. Itulah tafsir. Ketika kita berbicara tentang tafsir Al-Qur'an, ingin menerjemahkan Al-Qur'an, itu tidak lepas dari budaya," lanjutnya.
Dirjen melanjutkan, keterhubungan antara agama dan budaya juga dapat dilihat dari praktik beragama di berbagai negara di penjuru dunia.
"Islam di Indonesia, Islam di Timur Tengah, Islam di Eropa, Islam di Amerika, bisa berbeda karena perbedaan budaya. Oleh karena itu agama dan budaya adalah sesuatu yang tidak bisa dipisahkan," pungkasnya.
Kegiatan Temu Konsultasi Seniman dan Budayawan Nusantara itu dihadiri sejumlah seniman dan budayawan dari berbagai komunitas di seluruh Indonesia, dan disiarkan melalui YouTube Bimas Islam TV.
Mr



