Jakarta, Bimas Islam -- Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin mengajak semua lembaga, institusi, dan organisasi keagamaan untuk menjadikan agama sebagai bagian penting dalam dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara.
Hal itu disampaikannya pada kegiatan Dialog Ormas Islam Tingkat Nasional bertema Penguatan Moderasi Beragama untuk Kerukunan Bangsa dan Negara (Perspektif Organisasi Kemasyarakatan Islam), Selasa (30/5/2023), di Jakarta.
“Agama tidak boleh dipinggirkan, dibiarkan tidak berbuat banyak dalam pembangunan, sehingga agama dianggap sebagai sesuatu yang tidak terlalu penting. Mari kita bersama-sama membawa agama ini ke pusaran peradaban, dinamika, dan pergumulan berbangsa bernegara,” ujarnya.
Dikatakan Kamaruddin, dunia mesti tahu betapa penting peran agama dalam pembangunan. Baginya, agama harus memberi pandangan terhadap berbagai persoalan dan isu sosial yang berkembang.
“Agama tidak boleh hanya berada di ruang privat, di ruang dan kamar sunyi kita masing-masing. Agama harus memberikan perspektif, pandangan, dan masukan dalam proses berbangsa bernegara,” jelasnya.
Kamaruddin mengungkapkan, negara hadir bersama masyarakat untuk mengurus agama.
“Akan tetapi kita tidak bisa menganggap bahwa everything is fine (semuanya baik-baik saja). Globalisasi, kemajuan teknologi informasi telah membawa distraksi dalam berbagai bidang,” tuturnya.
Kamaruddin mengatakan, kalau para pelaku dakwah tidak responsif, tidak mengambil bagian penting dalam dinamika sosial, maka globalisasi akan mereduksi nilai-nilai agama itu sendiri.
Ba/Mr



