Jakarta, Bimas Islam -- Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin menegaskan, agama sebagai alat pemersatu umat, bukan pemecah belah umat. Hal ini disampaikan Kamaruddin saat menjadi narasumber Power Breakfast di Radio Elshinta, Senin (24/10).
"Jangan sampai agama dijadikan instrumen untuk memecah belah umat. Agama harus menghadirkan kedamaian dan kesejukan di tengah kehidupan bermasyarakat," katanya.
Kamaruddin menjelaskan, untuk mencegah kemungkinan itu terjadi, Kementerian Agama melakukan sejumlah langkah strategis, salah satunya melalui moderasi beragama. Langkah ini, menurutnya, bertujuan menjaga dan merawat kerukunan umat beragama di Indonesia.
"Hampir semua aktivitas di Kementerian Agama memiliki kaitan dengan moderasi beragama. Pada intinya, agama punya peran instrumental mewujudkan harmoni sosial di tengah kehidupan bangsa yang multikultural ini," jelas Kamaruddin.
Sebagai negara yang majemuk, lanjut Guru Besar UIN Alauddin Makassar ini, Indonesia telah berhasil mengelola keberagaman. Karena itu, menurutnya, Indonesia layak dijadikan role model negara yang berhasil mengelola keberagaman.
"Kalau ingin belajar bagaimana mengelola keberagaman, saya kira Indonesia adalah contoh yang bagus. Indonesia harus menjadi role model tentang pengelolaan keberagaman," tegasnya.
Kamaruddin menambahkan, keberhasilan Indonesia dalam mengelola keberagaman tidak terlepas dari peran ormas-ormas Islam. Mereka, katanya, merupakan mitra strategis Kemenag yang selama ini membina umat dan meningkatkan kualitas kehidupan umat beragama di Indonesia.
"Ormas Islam ini, saya sering menyebutnya sebagai infrastruktur sosial, yang berhasil merawat dan menjaga kerukunan. Oleh karena itu, kita bersama-sama menjaga agar jangan sampai agama dieksploitasi dan dijadikan instrumen untuk memecah belah umat," tandasnya.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



