Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Jenderal Bimas Islam Kamaruddin Amin, mengajak perguruan tinggi menjadi nazir wakaf uang. Wakaf uang kata Kamaruddin, mempunyai potensi yang sangat besar untuk kemajuan pendidikan.
“Sekarang kita sedang menggalakkan wakaf uang, potensi wakaf itu sangat dahsyat sekali. Saya mengajak UIN Alauddin Makassar menjadi nazir wakaf uang,” kata Kamaruddin dalam Diskusi Virtual Ramadan Kampus UIN Alauddin Makassar, Kamis (29/4/2021).
Kamaruddin menambahkan, negara maju bahkan ikut menerapkan konsep wakaf dalam pendidikan mereka. Sedangkan Islam lanjut Kamaruddin, sudah lebih dulu mengenalkan konsep wakaf.
“Kalau di negara maju, tidak ada pendidikannya yang tanpa wakaf, itu semua pendidikannya dibiayai mayoritas oleh wakaf. Mereka namanya endowment seperti di Harvard, mereka konsepnya seperti itu,” ujar Kamaruddin.
Untuk di Indonesia, Kamaruddin mengakui wakaf belum dikelola dengan maksimal, termasuk dalam bidang pendidikan.
“Nah kita saat ini sedang menata wakaf ini, kita sedang menyempurnakan ekosistem wakaf ini agar lebih maksimal,” tutup Kamaruddin.
(Fadly)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Alissa Wahid: Ketahanan Bangsa Dibangun dari Keluarga
Bogor, Bimas Islam — Penasihat Ahli Menteri Agama, Alissa Wahid, mengungkapkan, ketahanan bangsa berawal dari keluarga yang kuat. Karena itu, penguatan…



