Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Jenderal Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin mengatakan, Islam adalah sebuah ajaran yang sesuai dengan fitrah manusia. Hal ini dijelaskan Kamaruddin saat menjadi narasumber Kajian Rutin Virtual Kitab Shahih Bukhari seri ke-16 yang ditayangkan akun Youtube Bimas Islam TV, Ahad (6/2) malam.
“Islam adalah agama yang fitrah. Agama fitrah artinya bahwa ajaran, syariat, nilai, dan akhlak yang diajarkan oleh Islam itu pasti sesuai dengan akal yang sehat, pasti sesuai dengan fitrah kita. Tidak ada ajaran yang dibawa oleh Islam yang sulit dilaksanakan,” ujar Kamaruddin dalam kajian yang bertema ‘Islam adalah Agama Fitrah’ itu.
Dirjen menjelaskan, ajaran Islam pasti sesuai dengan nurani, akal sehat, dan batin manusia. Sebab, pada prinsinya, setiap manusia adalah baik dan dilahirkan dalam keadaan fitrah atau suci.
“Sebagaimana dalam hadis dijelaskan kullu mauludin yuuladu ‘alal fitrah faabawaahu yuhawwidaanihi, aw yunashiraanihi, aw yumajjisaanihi yaitu setiap anak yang lahir dilahirkan di atas fitrah. Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Majusi, atau Nasrani,” jelasnya.
Menurut Dirjen, setiap manusia terlahir di dunia ini dengan segala potensi fitrah yang ada di dalam dirinya. Sebagaimana dalam firman Allah SWT fa aqim wajhaka liddini hanifa, fitratallahillati fatarannaasa 'alaiha, la tabdila likhalqillah, dzalikaddinul qayyimu walakinna aktsarannasi la ya'lamun (Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus, fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui).
“Jadi sekali lagi, setiap kita itu mendapatkan sebuah kapasitas. Ada potensi, ada kapasitas fitrah yang kita miliki saat kita lahir di dunia ini. Oleh karena itu, setiap orang berpotensi baik, tidak ada orang yang tidak memiliki potensi baik,” katanya.
Guru Besar Ilmu Hadits Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar ini menambahkan, jika ditemukan seseorang yang dalam hidupnya selalu berbuat maksiat dan dosa, sesungguhnya mereka melakukan hal demikian tidak sesuai dengan hati nuraninya karena bertentangan dengan fitrah mereka sebagai manusia.
“Pasti mereka dalam bisikan hati kecilnya mengatakan apa yang mereka lakukan adalah salah, dan pasti selalu ingin berubah, karena fitrah manusia cenderung kepada kebaikan. Agama Islam datang membawa kebaikan. Ada chemistry antara fitrah yang kita bawa sejak lahir dengan ajaran Islam. Ada kesesuaian, tidak mungkin ada ajaran Islam yang bertentangan dengan fitrah,” katanya.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



