Jakarta, Bimas Islam --- Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin menganjurkan penghulu dan penyuluh agama untuk membaca dan memahami Buku Toleransi karya Prof. Quraish Shihab. Menurutnya, buku ini penting karena memiliki sumber rujukan yang kuat.
Anjuran ini disampaikan Kamaruddin saat membedah buku Toleransi bersama Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi dalam rangkaian Islamic Book Fair (IBF) 2022 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Sabtu (6/8).
“Kami punya 50 ribu penyuluh agama dan hampir 10 ribu penghulu di seluruh Indonesia. Mereka sedang diberikan amanah oleh Kementerian Agama untuk mendiseminasikan dan mempromosikan moderasi beragama yang di dalamnya sangat kuat tentang toleransi,” kata Kamaruddin.
Karenanya, Kamaruddin menegaskan, pihaknya menganjurkan kepada penghulu dan penyuluh agama untuk membaca buku Toleransi, sebagai salah satu referensi untuk memahami betul argumentasi terkait moderasi beragama berbasis akademik.
“Saya menganjurkan kepada mereka untuk membaca buku ini supaya memahami argumentasi berbasis akademik, berbasis Al-Qur'an, argumentasi empiris, pengalaman sejarah, serta bagaimana itu semua dikontekstualisasikan dalam kehidupan kekinian," ujarnya.
Guru Besar UIN Alauddin Makassar ini juga mendorong masyarakat umum untuk membaca dan memahami buku Toleransi ini. Menurutnya, isi yang terkandung di dalam buku Toleransi yang memuat nilai-nilai persatuan ini sangat penting untuk dibaca dan dipahami.
“Kita ketahui bersama Indonesia adalah megadiversity country, negara yang paling multikultural, paling plural, dan paling majemuk dari sisi agama, budaya, bahasa, dan seterusnya. Karenanya, sikap toleransi menjadi sebuah keharusan dilakoni dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” katanya.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



