Samarinda, Bimas Islam-- Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama, Kamaruddin Amin membeberkan sejumlah prestasi yang telah diraih para qari dan hafiz Indonesia dalam ajang MTQ internasional di berbagai negara seperti Malaysia, Brunei, Arab Saudi, hingga Amerika Serikat.
Hal itu disampaikannya dalam Seremoni Pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXX di Gelora Kadrie Oening, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu malam (8/9/2024).
“Dalam kurun waktu 2 tahun terakhir, kita patut berbangga karena putra-putri bangsa telah mengharumkan nama Indonesia di berbagai event internasional, dengan menjuari MTQ di berbagai negara seperti Malaysia, Brunei, Thailand, Kuwait, Arab Saudi, Qatar, Maroko, Tanzania, Iran, Rusia, bahkan hingga Amerika Serikat,” ungkap pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) itu.
Pada 2022, dua qari asal Indonesia berhasil mengharumkan nama bangsa di ajang MTQ Internasional Malaysia. Muhammad Rizqon, qari asal Kalimantan Selatan, dan Yuni Wulandari Hasim, qariah asal Nusa Tenggara Barat, masing-masing meraih medali perunggu perhelatan tersebut.
Tahun 2023 lalu, di Brunei, prestasi membanggakan diraih Hafiz Muhammad Bagus Mashum dari Kalimantan Selatan dan hafizah Rahmiyatul Khairat dari Sumatra Utara. Dengan suara emas mereka, keduanya ditetapkan sebagai juara pertama dan ketiga dalam ajang ‘Musabaqah Menghafaz Al-Qur’an Beserta Pemahamannya Peringkat Negara Anggota MABIMS Tahun 1444 Hijriah’.
Selanjutnya, di ajang The American International Tibyan Competition for The Quran and Its Recitation di Maryland, Amerika Serikat, dua peserta asal Indonesia juga meraih prestasi. Jihan Afifah berhasil meraih juara kedua dalam lomba hafalan 30 juz, sedangkan Khairurrazaq Al-Hafiz dipilih oleh juri sebagai Peserta Suara Terbaik dan diberi kehormatan tampil di acara penutupan MTQ Internasional tersebut.
Terbaru, pada Agustus 2024, Achmad Farhan, peserta asal Jawa Timur, berhasil meraih juara ketiga cabang hafalan Al-Qur’an pada Musabaqah Hafalan Al-Qur’an (MHQ) Internasional di Arab Saudi, yang diikuti oleh 174 negara.
Kamaruddin mengatakan, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari pembinaan berkelanjutan di setiap jenjang MTQ, mulai dari tingkat kecamatan hingga nasional, serta dukungan berbagai pihak. Ia berharap, melalui MTQ Nasional ke-30, semakin banyak generasi muda yang terinspirasi untuk mendalami dan mengamalkan Al-Qur’an serta memperkuat ukhuwah Islamiyah di kalangan umat Islam Indonesia.
"Event ini sarana strategis untuk memperkuat literasi Al-Qur’an, khususnya di kalangan generasi muda yang semakin akrab dengan dunia digital. Melalui platformdigital, pesan-pesan Al-Qur’an dapat disebarluaskan dengan cepat dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa batas ruang dan waktu,” tandasnya.
Wcp/Mr



