Lombok Barat, Bimas Islam --- Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin mengatakan, Islam adalah agama yang sangat toleran, seperti yang dijelaskan dalam sebuah hadis yang artinya: “Allah Swt telah mensyariatkan agama Islam, lalu Ia menjadikannya mudah, luas, dan tidak menjadikannya sulit” (HR Bukhari-Muslim).
“Jadi beragama merupakan bagian dari fitrah kemanusiaan kita. Karena agama yang Allah turunkan sebenarnya memiliki chemistry dengan jiwa dan hati pemeluknya. Sehingga Allah menjadikan agama itu mudah, agama itu fitrah, dan membahagiakan,” katanya saat memberikan sambutan pada acara Dialog Nasional Keagamaan dan Kebangsaan di Lombok Barat, NTB, Senin (1/11/2021) secara virtual.
Menurut Dirjen, jika dipahami dengan benar dan baik, beragama akan membuat pemeluknya merasa tenang dan nyaman. Jadi sejatinya umat beragama merupakan orang yang bahagia, kecuali mereka yang memahami beragama dengan tidak benar.
Dikatakan Dirjen, sudah banyak pengalaman empiris yang telah dicontohkan oleh Rasulullah saw yang bisa dijadikan dasar bahwa agama itu tidak menyulitkan. Ia menegaskan, orang yang mempersulit agama pasti akan kalah dan lemah, karena subtansinya agama adalah mudah.
“Jadi agama itu moderat sesuai dengan apa yang diwajibkan dan diperintahkan oleh agama, tidak boleh kita melebih-lebihkan atau mengurangi. Bahkan dalam beribadah sekalipun tidak boleh berlebihan,” katanya.
Dalam acara yang bertema ‘Pengarusutamaan Moderasi Beragama dalam Meneguhkan Islam Rahmatan lil Alamin’ itu, Dirjen mengatakan, Rasulullah Saw diutus untuk agama yang lurus dan toleran, maka Rasul pun pernah menegur sahabat yang berlebihan dalam beribadah.
“Saya yakin semua agama punya ajaran yang sama tentang toleransi, punya substansi ajaran yang sama tentang saling menghargai. Seperti halnya dalam Islam yang begitu ekstensif berbicara tentang bagaimana kita berinteraksi secara sosial,” ungkapnya di depan 70 peserta yang mengikuti secara hybrid.
Islam juga mengajarkan pemeluknya hidup dalam sebuah komunitas, bahkan menurut Dirjen, Islam mengajarkan cara menghargai tetangga, hingga bagaimana memperlakukan tamu dan seterusnya.
“Keindahan beragama itu sangat luar biasa, tetapi menjadi tidak biasa jika tidak dipahami secara baik oleh masyarakat. Jadi kita memiliki tugas dan kewajiban yang sama, baik sebagai pemerintah maupun sebagai individu umat Islam untuk memahami, mengamalkan, sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat,” pungkasnya.
(Anty)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



