Jakarta, Bimas Islam -- Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan World Zakat Waqf Forum (WZWF) Board Executive Committee yang digelar dalam rangkaian Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-11 di Jakarta, Jumat (1/11/2024). Kementerian Agama (Kemenag) memanfaatkan kesempatan itu untuk berbagi pengalaman tentang pengembangan zakat dan wakaf, terutama wakaf uang yang menjadi program prioritas di Indonesia.
Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin, menjelaskan kepada para delegasi WZWF bahwa zakat dan wakaf di Indonesia memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia juga mengungkapkan pentingnya kolaborasi antarnegara dalam memajukan pengelolaan zakat dan wakaf.
"Pertemuan ini menjadi fase baru pengembangan zakat dan wakaf. Kami optimis ada banyak praktik terbaik yang dapat dibagikan, dan ini kesempatan kita untuk saling belajar serta mengembangkan kapasitas bersama," ujar Kamaruddin.
Indonesia, dengan populasi Muslim terbesar di dunia, memiliki potensi zakat dan wakaf yang sangat besar. Namun, menurut Kamaruddin, potensi ini perlu diimbangi dengan peningkatan kapasitas pengelola wakaf atau nazir dan literasi masyarakat mengenai wakaf. “Potensi besar ini harus dimanfaatkan optimal. Namun, tantangan literasi dan penguatan kapasitas pengelola menjadi hal krusial yang harus kami selesaikan,” ucapnya.
Wakaf Uang sebagai Program Prioritas
Salah satu inovasi yang dikembangkan Indonesia adalah program wakaf uang, yang diharapkan dapat memperkuat ekonomi umat. Kamaruddin mengatakan, wakaf uang menjadi instrumen penting dalam pembangunan ekonomi syariah nasional. "Kami mengembangkan wakaf uang dan berharap praktik ini bisa menjadi salah satu solusi ekonomi syariah yang efektif," jelasnya.
Dalam forum tersebut, Kamaruddin mengajak negara-negara anggota WZWF untuk memperkuat kolaborasi dalam memberdayakan zakat dan wakaf. Ia berharap, setiap negara dapat saling belajar dan berbagi praktik terbaik terkait pengelolaan wakaf. "Kami berharap dapat saling belajar dari praktik yang telah kita kembangkan di negara masing-masing," tambahnya.
Pertemuan tahunan WZWF ini memberi peluang bagi Indonesia untuk berbagi pengalaman sekaligus belajar dari negara lain. Dengan adanya diskusi mendalam dan pertukaran ide, Kemenag berharap pengelolaan zakat dan wakaf di Indonesia dan di tingkat global dapat terus berkembang.
Fn/Mr



