Cirebon, Bimas Islam --- Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag) Kamaruddin Amin menilai, buku masih menjadi pilihan untuk menyalurkan ilmu pengetahuan. Dia juga menilai, masyarakat masih bergairah untuk menulis buku.
Pernyataan tersebut disampaikan Kamaruddin saat membuka Coaching Clinic Penulisan Naskah Islam Untuk Anak Berbasis Perpustakaan Masjid yang digelar Subdit Kepustakaan Islam Kemenag di Hotel The Luxton Cirebon, Rabu (18/5).
"Saya menganggap buku masih sebagai instrumen yang paling otoritatif untuk mentransmisi atau menyampaikan ilmu pengetahuan," kata Kamaruddin pada acara yang dihadiri 40 peserta terdiri atas penyuluh dan penulis berasal dari Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Yogyakarta ini.
Menurut Kamaruddin, meski para akademisi, cendekiawan, hingga masyarakat umum masih memiliki gairah dan semangat untuk menulis buku, tetapi tantangan terberat saat ini adalah menghadapi era digital.
"Kita menyadari saat ini sedang berada dalam era di mana terjadi kontestasi perebutan otoritas keagamaan di ruang publik. Pemenang dalam kontestasi ini belum tentu mereka yang memiliki ilmu yang luas, tetapi karena mereka menggunakan instrumen yang tepat," katanya.
Oleh karenanya, dia mengajak semua pihak secara intensif menyampaikan konten keagamaan secara tepat dan terukur. "Saya kira mempertimbangkan buku sebagai sarana untuk menyampaikan ilmu pengetahuan yang membangun masih relevan," katanya.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



