Depok, bimasislam --- Di era keterbukaan informasi dan kemajuan teknologi, dakwah memiliki sejumlah tantangan, oleh karena itu saat ini para pelaku dakwah sangat memerlukan peta dakwah agar kegiatan dakwah betul-betul menjawab persoalan yang dihadapi umat.
Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Muhammadiyah Amin saat memberi arahan pada FGD Penyusunan Peta Dakwah yang diselenggarakan Direktorat Penerangan Agama Islam di Depok (29/10).
Dikatakan Dirjen bahwa peta dakwah adalah upaya pemerintah dalam memberikan panduan kepada para pelaku dakwah agar tepat dalam melaksanakan kegiatan dakwah. “Indonesia ini begitu besar, beragam agama dan suku, makanya peta dakwah sangat penting, terlebih di era moderen itu banyak masalah umat yang harus ada solusinya”, ujar Dirjen.
Peta dakwah, lanjut Guru Besar Ilmu Hadis ini adalah suatu gambaran sistematik dan terinci tentang subyek, obyek, dan lingkungan dakwah pada suatu daerah. Melalui peta dakwah ini ia berharap kegiatan dakwah dapat berjalan dengan baik dan tepat sasaran.
Mengenai peta dakwah sendiri, Dirjen menekankan pentingnya wujud dalam bentuk buku panduan dan aplikasi yang memuat bank data dakwah. “Peta dakwah ini harus segera diwujudkan, dalam bentuk buku panduan atau aplikasi, di sana kita bisa mengetahui masalah sekaligus potensi umat di suatu daerah”, ungkap Dirjen.
FGD penyusunan peta dakwah ini diikuti oleh berbagai perwakilan dari Ormas Islam seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, dari MUI, Akademisi dan peneliti. Kegiatan berlangsung dari tanggal 29 s.d 31 Oktober 2018.
Penulis: syamsuddin
Editor: syamsuddin
Foto: bimasislam
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



