Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Jenderal Bimas Islam Kamaruddin Amin mendorong adanya berbagai inovasi program kegiatan di Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam. Program inovasi tersebut harus betul-betul dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
"Saya berharap kita harus berusaha dengan keadaan sekarang, kita harus merasa resah yang kemudian kita respon dengan program-program inovatif," kata Kamaruddin, Jumat (12/3/2021).
Kamaruddin menyoroti wacana keagamaan di media sosial yang lebih banyak didominasi oleh kelompok konservatif. Menurutnya hal ini harus direspon dengan program inovatif.
"Kita tidak bisa lagi merasa nyaman berada di comfort zone, sehingga kita tidak melakukan hal-hal yang inovatif, tidak merespon realitas dan dinamika yang sedang berkembang," ujarnya.
Salah satu program inovasi yang dilakukan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam yaitu dengan membuat Podcast 'To The Point'. Poscast yang dikemas dengan cara milenial tersebut berisikan tentang berbagai program di Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam serta berisi informasi kebimasislam terkini yang sangat dibutuhkan masyarakat. Selain inovasi, Poadcast ini juga ditujukan bagi para milenial dalam memperoleh informasi.
(Fadly)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



