Kota Serang, Bimas Islam --- Seiring perkembangan zaman, dakwah tidak hanya dilakukan di mimbar dan majelis taklim secara konvensional. Strategi dakwah dengan hikmah terus mengalami perkembangan di masyarakat.
Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin menyatakan, seni dan budaya juga menjadi sarana dakwah yang efektif. Dirjen menambahkan, seni budaya sebagai sarana dakwah hendaknya digencarkan melalui media sosial.
"Kalau ikuti perkembangan dakwah di media sosial, banyak kelompok di Indonesia yang menyampaikan dakwah kepada generasi milenial dengan cara inovatif dan baru," ungkap Dirjen dalam Pembinaan Seniman dan Budayawan Islam Provinsi Banten di Hotel Le Dian, Kota Serang, Kamis (4/8/22).
Dirjen mencontohkan, pendekatan dakwah bagi milenial bisa dikemas sesuai dengan perkembangan zaman. Seperti kamping dan gowes.
"Dakwah bisa dikemas dalam pertunjukan seni, gowes bareng, kamping, bahkan seminar dengan kemasan menarik yang disukai anak-anak muda," terang Guru Besar Ilmu Hadis UIN Alauddin Makassar ini.
Selain itu, lanjut Dirjen, upaya Subdit Seni Budaya dan Siaran Keagamaan Islam Direktorat Penerangan Agama Islam yang menyelenggarakan Kompetisi Film Pendek Islami juga merupakan sarana dakwah yang efektif menyasar milenial.
"Film pendek islami merupakan sarana dakwah yang menginspirasi anak-anak muda untuk berkreasi dan menumbuhkan semangat kreativitas," pungkas Dirjen.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Tuntaskan Persoalan Ruislag Tanah Wakaf Terdampak Tol dan Normalisasi Sungai di Semarang
Semarang, Bimas Islam — Kementerian Agama membenahi persoalan tukar-menukar (ruislag) tanah wakaf yang terdampak pembangunan Jalan Tol Semarang–Batang dan…



