Jakarta, Bimas Islam --- Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin mendorong kapitalisasi aset wakaf yang mempunyai nilai ekonomis. Hal ini disampaikan Kamaruddin saat memberikan sambutan dalam kegiatan Launching Inkubasi Wakaf Produktif dan KUA Percontohan Ekonomi Umat Tahun 2022 di Jakarta, Senin (25/7/2022).
"Total aset wakaf yang ada di Indonesia sangat besar, hampir berada di 500 ribu lokasi seluruh Indonesia. Ini perlu kita gali potensi ekonominya agar bisa dikapitalisasi," ujar Kamaruddin.
Kamaruddin mengatakan, pemanfaatan tanah wakaf untuk pembangunan pesantren dan madrasah bisa dikembangkan nilai ekonominya karena merupakan penunjang utama sektor Pendidikan Islam.
Sementara itu, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag, Tarmizi Tohor menyampaikan, upaya pemanfaatan aset wakaf agar mempunyai nilai ekonomis dilakukan melalui program Inkubasi Wakaf Produktif.
"Pada tahun 2022, kita akan melanjutkan kepada 14 nazir. Masing-masing nazir mendapatkan bantuan senilai 100 juta rupiah untuk dikembangkan menjadi wakaf produktif seperti pertanian, peternakan, dan rest area mini," terangnya.
Dalam kegiatan ini, dilakukan penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama program Inkubasi Wakaf Produktif dan KUA Percontohan Ekonomi Umat dengan sejumlah stakeholder, yakni BWI, Bank Indonesia, BAZNAS, dan LAZ.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Tuntaskan Persoalan Ruislag Tanah Wakaf Terdampak Tol dan Normalisasi Sungai di Semarang
Semarang, Bimas Islam — Kementerian Agama membenahi persoalan tukar-menukar (ruislag) tanah wakaf yang terdampak pembangunan Jalan Tol Semarang–Batang dan…



