Jakarta, Bimas Islam --- Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin mendorong seluruh jajaran pegawai di Kantor Urusan Agama (KUA) agar mampu mengikuti perkembangan teknologi, terutama memanfaatkan dunia digital dan media sosial. Hal ini disampaikan Kamaruddin saat membuka kegiatan Revitalisasi KUA melalui Program dan Layanan Bidang Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah yang bertempat di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, Kamis (11/11/2021).
Kamaruddin berpendapat, pada era saat ini petugas di KUA tidak cukup hanya sebatas menguasai materi, namun juga bagaimana caranya menyampaikan materi tersebut. Maka menurutnya, cara yang paling efektif adalah melalui media sosial.
"Cara-cara konvensional tetap dirawat, namun hal tersebut harus dikembangkan dengan modern, misalnya melalui dunia digital," tegas Kamaruddin.
Kamaruddin menyampaikan, masyarakat Indonesia pada saat ini didominasi oleh generasi milenial dan generasi Z yang dianggap tidak lepas dari penggunaan dunia digital. Oleh sebab itu, konten-konten keagamaan yang disampaikan harus lebih inovatif.
"Kita harus mampu mengikuti dan menjadi bagian dari komunitas dunia digital, jika tidak aktif, setidaknya menjadi anggota pasif karena masyarakat saat ini sebagian besar adalah generasi milenial," terangnya.
Kamaruddin menyampaikan, revitalisasi KUA merupakan perubahan ke arah yang lebih baik, layanan yang lebih berkualitas, cepat, responsif, dan bertanggungjawab. Maka, peningkatan sumber daya manusia (SDM) merupakan kunci dari mata rantai KUA berkualitas.
"Karena sebagus apapun fasilitas, sarpras, dan sistem yang dimiliki, tapi SDM-nya tidak mampu mengeksekusi, maka semua itu tidak akan ada artinya," pungkasnya.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



