Bogor, Bimas Islam --- Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kamaruddin Amin secara resmi membuka acara Temu Konsultasi Kepustakaan Islam dengan tema “Peningkatan Akses Literasi Pustaka Keagamaan Islam Berbasis Moderasi” yang digelar oleh Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar), di Swiss-Bell Hotel, Kota Bogor, Jawa Barat. Senin, (8/03).
Dalam sambutannya, Kamarudin mengatakan, di tengah pengguna media sosial di Indonesia yang sangat tinggi, kehadiran pemerintah dengan program yang produktif dan inovatif bisa merespon dinamika sosial keagamaan yang sedang berkembang secara digital, dan sebagai sarana keagamaan di media sosial.
“Menurut survei dilakukan oleh beberapa pihak bahwa wacana keagamaan di media sosial ini didominasi oleh kelompok dengan wacana konservatisme Islam, kehadiran kelompok itu, saat ini mendominasi di media sosial tentu menjadi tantangan kita bersama, sehingga sudah tepat apa yang sudah dilakukan oleh teman-teman dari Direktorat Urais Binsyar,” katanya.
Sementara itu, Kepala Subdit Kepustakaan Islam Abdullah Alkholis mengatakan, untuk memperkuat moderasi beragama maka diperlukan peningkatan kualitas literasi khazanah budaya bernafas agama.
Menurutnya, temu konsultasi kepustakaan Islam ini merupakan kegiatan kedua, sebelumnya juga sudah dilakukan kegiatan Coaching Clinic Penulisan Naskah Islam Berbingkai Moderasi Beragama di Serang Banten pada Febuari 2021 lalu.
“Ada beberapa agenda dari kegiatan temu konsultasi kepustakaan Islam yang akan digelar selama tiga hari kedepan, pertama sosialisasi program Subdit Kepustakaan Islam tahun 2021, sosialisasi program peningkatan akses literasi pustaka keagamaan Islam, dan inventarisasi masalah dalam melaksanakan program Kepustakaan Islam di daerah,” katanya
Selain itu, Alkholis mengatakan, pihaknya juga mengundang narasumber dari beberapa elemen seperti Konsultan IT Frandika Septa, Kepala Biro HDI, Fungsional ahli madya bidang perpustakaan khusus Perpustakaan Nasional, CEO Islami.co, dan dari Akademisi.
Alkholis melanjutkan, peserta pada kegiatan ini berjumlah sebanyak 90 orang, terdiri dari LPBKI MUI, akademisi, Organsisasi masyarakat, Masjid Istiqlal, Komunitas Pustaka Islam, Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Agama dan pegawai di lingkungan Ditjen Bimbingan Masyarakat Islam.
(Anty)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



