Jakarta, Bimas Islam -- Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin menyampaikan, kehadiran Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) sebagai organisasi profesi harus mampu meningkatkan profesionalisme penghulu, sehingga bisa menghadirkan atensi publik.
Hal itu disampaikannya saat memberi arahan pada kegiatan Musyawarah Nasional Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) di Jakarta, Senin (26/6/2023).
“Semoga APRI dapat meningkatkan profesionalisme penghulu sehingga mendapatkan atensi publik bahwa profesi penghulu memiliki peran vital di masyarakat," terangnya.
Kamaruddin berharap, APRI dapat menjadi solusi atas persoalan keluarga di Indonesia seperti pernikahan dini, stunting, dan lainnya. APRI, imbuhnya, juga berperan dalam penguatan moderasi beragama dan peningkatan layanan kemasyarakatan.
“Penghulu adalah profesi yang paling strategis untuk menghadapi permasalahan keluarga. Saat ini angka perceraian di Indonesia meningkat, sedangkan angka pernikahan menurun. Ini menjadi koreksi bersama dan penghulu melalui APRI harus bisa mengatasi hal ini, agar permasalahan sosial tidak meningkat,” jelasnya.
Kamaruddin juga berharap, asosiasi penyuluh ini bisa memberi manfaat bagi masyarakat.
“APRI diharapkan mendongkrak profesi penghulu, sehingga masyarakat merasakan langsung manfaatnya,” pungkasnya.
Ba/Mr



