Padang, Bimas Islam --- Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag), Kamaruddin Amin berharap dana wakaf di Indonesia dikelola menjadi endowment fund (dana abadi).
“Sesungguhnya wakaf telah berfungsi untuk membangun, menyejahterakan umat, dan menjadi instrumen yang paling penting untuk proses beragama, berbangsa, dan bernegara. Oleh karena itu ke depan lembaga wakaf di Indonesia harus mengelola wakaf menjadi endowment fund,” katanya saat membuka acara Seminar Nasional Optimalisasi Wakaf Uang dan Penguatan Moderasi Beragama di Pangeran Beach Hotel, Padang, Sumatera Barat, Sabtu (13/11).
Dirjen mengatakan, konsep wakaf sesungguhnya sudah sangat populer bukan hanya di dunia Islam, tetapi juga di negara-negara barat dengan dikenal sebagai endowment fund. Contohnya, di Amerika, banyak perguruan tinggi menggunakan endowment fund sebagai sumber pendanaan paling strategis dan powerfull, salah satunya Universitas Harvard.
“Dengan potensi wakaf besar yang dimiliki Indonesia, negara kita bisa menjadikan wakaf sebagai endowment fund, namun masih perlu edukasi untuk mengajak masyarakat berwakaf, khususnya wakaf uang,” ujarnya.
Dirjen mengatakan, potensi wakaf uang di Indonesia sebesar Rp118 triliun, namun aktualisasinya di lapangan masih sangat jauh. Sebagai negara yang dikenal paling dermawan di dunia, Indonesia memiliki modal sosial yang sangat luar biasa.
“Inilah tantangan bersama antara BWI dan Kemenag untuk selalu mengedukasi masyarakat soal manfaat wakaf yang luar biasa,” pungkasnya.
Seminar Nasional diikuti oleh 100 orang yang terdiri dari Kepala Kanwil Sumatera Barat Helmi, pejabat eselon III di Kanwil dan Kemenag Kab/Kota Sumatera Barat, Kepala Seksi Bimas Islam dan Penyelenggara Zakat dan Wakaf di seluruh Sumatera Barat, Perwakilan Kepala KUA dan Penghulu, dan Anggota BWI Kota Padang.
(Tommy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



