Bogor, Bimas Islam -- Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin mengatakan, Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH) merupakan salah satu aplikasi paling monumental yang dibutuhkan masyarakat. Karenanya, kesempurnaan SIMKAH menjadi sangat penting.
Hal itu disampaikan Dirjen dalam kegiatan Workshop Tata Kelola Dokumen Nikah, Kamis (13/7/2023), di Bogor.
"SIMKAH merupakan salah satu aplikasi paling monumental di antara aplikasi sistem informasi yang lain, karena SIMKAH merupakan sistem informasi yang besar dan dibutuhkan masyarakat. Kesempurnaan SIMKAH menjadi kebutuhan yang sangat mendesak. Kalau sedikit mengalami masalah, bisa berdampak pada masyarakat," ujarnya.
Ia berharap, aplikasi SIMKAH dapat menyajikan data yang akurat terkait seluruh peristiwa nikah dan perceraian di Indonesia. Selain itu, Dirjen juga berharap aplikasi tersebut bisa terintegrasi dengan sistem di Peradilan Agama.
"Kita harus mengembangkan inovasi dan penyempurnaan, membaca kebutuhan real masyarakat, akurat, cepat, responsif dalam menjawab kebutuhan-kebutuhan di lapangan," tuturnya.
"Misalnya jika kita membutuhkan informasi cepat tentang jumlah peristiwa nikah, kapan saja, di mana saja. Pernikahan dini, misalnya, terjadi ada berapa. Bahkan SIMKAH ini bisa terintegrasi dengan sistem informasi di Peradilan Agama, agar penggunanya bisa mengetahui jumlah perceraian setiap tahun, bahkan bisa mengetahui apa penyebabnya," tuturnya.
Kegiatan Workshop Tata Kelola Dokumen Nikah dihelat selama tiga hari, Rabu-Jumat (12-14/7/2023). Kegiatan ini mengundang 68 operator SIMKAH seluruh Indonesia.
Mr
Foto: Afiandra
Foto: Afiandra



