Jakarta, Bimas Islam -- Zakat dan wakaf di Indonesia memiliki potensi yang sangat besar. Hal tersebut bukan hanya bisa dilihat dari jumlah umat Islam, tetapi juga dari banyaknya kelompok kelas menengah yang mampu melaksanakannya.
Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin mengatakan, potensi besar tersebut harus dioptimalkan, salah satu caranya dengan menjadikan zakat dan wakaf sebagai gaya hidup.
Hal itu disampaikannya pada kegiatan Focus Group Discussion Kolaborasi Program Inkubasi Wakaf Produktif 2023 di Jakarta, Kamis (15/6/2023).
Terkait itu, Dirjen menyebut, publikasi dan promosi pengumpulan zakat harus digencarkan. “Saya selalu membayangkan, suatu saat, tradisi (berzakat dan berwakaf) ini akan menjadi gaya hidup anak-anak muda. Coba bayangkan, kalau anak-anak kita terbiasa berwakaf,” ujarnya.
Dirjen juga berpesan kepada para stakeholder zakat wakaf untuk terus mengampanyekan gerakan wakaf uang. Menurutnya, konsep wakaf uang bisa lebih mudah diterima masyarakat, karena mereka bisa mewakafkan uang berapa pun nominalnya.
“Saya kira ini momentum yang sangat tepat untuk kita bisa bersama-sama merumuskan apa yang bisa kita lakukan, potensi apa yang bisa kita berdayakan, apa potensi yang kita miliki, serta apa kekuatan dan program yang ada. Mari kita diskusikan dan sinergikan bersama-sama. Tujuan kita sama, yaitu untuk meningkatkan kualitas kehidupan umat,” pungkasnya.
Fn/Mr



