Kota Bandung, Bimas Islam -- Indonesia memiliki ciri khas tersendiri sebagai negara muslim terbesar di dunia. Salah satunya adalah keterlibatan publik dalam urusan keagamaan, terutama menghidupkan masjid.
Hal itu disampaikan Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin saat memberi sambutan dalam kegiatan Pelatihan Masjid Pelopor Moderasi Beragama di Bandung, Jumat (5/8/2023).
Dalam kesempatan itu, Dirjen juga mengapresiasi seluruh pengurus masjid di Indonesia yang telah berkontribusi menghidupkan 800.000 masjid. Menurutnya, menghidupkan masjid adalah panggilan jiwa.
“Para peserta (30 pengurus masjid terpilih dari seluruh Indonesia) di sini, semuanya tidak ada yang digaji. Mengurus masjid karena panggilan nurani, dan inilah yang membuat 800.000 masjid di Indonesia hidup,” ujarnya.
Ia melanjutkan, menghidupi dan menjaga masjid di era globalisasi dan kemajuan teknologi informasi sangat penting, karena masjid berfungsi sebagai benteng bagi anak muda dalam menghadapi paham-paham yang kurang sesuai.
“Kita harus merawat dan mempertahankan fungsi masjid. Kita harus merevitalisasinya, supaya perannya bisa lebih besar. Karena dinamika sosial keagamaan juga semakin berkembang,” terangnya.
“Kondisi sosial keagamaan di era globalisasi sekarang ini sangat dinamis, sehingga anak-anak kita berpotensi terpenetrasi paham-paham keagamaan yang belum tentu sesuai,” tandas Dirjen.
Fn/Mr



