Jakarta, Bimas Islam -- Dirjen Bimas Islam, Kementerian Agama, Kamaruddin Amin mengatakan, penyuluh agama dan penghulu merupakan garda terdepan Kementerian Agama yang tidak hanya menyelesaikan persoalan masyarakat, tetapi juga melakukan pencegahan.
Hal itu disampaikan Dirjen pada kegiatan SPARK (Seleksi Penyuluh dan Penghulu Aktor Resolusi Konflik) yang digelar Direktorat Urusan Agama Islam dan Bina Syariah (Urais Binsyar) Kementerian Agama melalui Subdit Bina dan Penanganan Konflik, Senin-Kamis (8-11/5/2023), di Jakarta.
"Kita tidak hanya ditugaskan jika ada persoalan, jika ada masalah, tapi juga harus terlibat dalam kehidupan kemasyarakatan, supaya persoalan itu tidak muncul," ujarnya (8/5).
Dirjen melanjutkan penyuluh agama dan penghulu juga harus menciptakan suasana yang kondusif di masyarakat, terutama terkait urusan keagamaan. Terkait itu, ia meminta penyuluh agama dan penghulu untuk terus mengupgrade kemampuan.
"Kita harus memiliki kemampuan religius, sosial, akademik, untuk bisa mengambil bagian penting dalam dialektika serta pergumulan sosial yang sangat luar biasa ini," ungkap Kamaruddin.
Kegiatan Bimtek SPARK ini dibuka secara resmi oleh Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin. Selain Direktur Urais dan Binsyar, Turut hadir para pejabat di Direktorat Penerangan Agama Islam dan Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah. Kegiatan ini diikuti 100 penyuluh dan penghulu seluruh Indonesia, 50 peserta tahun lalu dan 50 peserta tahun 2023 yang telah lolos seleksi.
Msk/Mr



