Bogor, Bimas Islam --- Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam), Kamaruddin Amin mengatakan, kaum milenial merupakan entitas penting untuk menyampaikan program Kementerian Agama.
“Mereka ini entitas yang penting untuk menyampaikan pesan-pesan dari Kementerian Agama. Mereka akan menjadi entitas sentral dan berpengaruh sehingga perlu ada medium komunikasi yang efektif dan produktif untuk mereka, salah satunya melalui media sosial,” kata Kamaruddin dalam Temu Konsultasi Kepustakaan Islam di Swiss Bell Hotel, Bogor, Senin (8/3/2021).
Dalam kegiatan temu konsultasi kepustakaan Islam bertajuk 'Peningkatan Akses Literasi Pustaka Keagamaan Islam Berbasis Moderasi' itu, Kamaruddin menambahkan, saat ini seperempat penduduk Indonesia adalah kaum milenial. Karenanya, program-program Kemenag harus menyentuh kaum milenial ini, termasuk program Kepustakaan Islam oleh Direktorat Urusan Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar).
“Mereka ini generasi Y. Jumlahnya hampir 25-26 persen penduduk Indonesia dari sensus penduduk terbaru sekitar 68 juta, entitas kedua terbesar setelah generasi Z. Cukup besar di negeri ini. Seperempat penduduk Indonesia adalah kelompok milenial ini,” papar Kamaruddin.
Begitu pula dengan generasi Z, lanjut Kamaruddin, jumlahnya mencapai 75 juta jiwa. Ia berharap program-program Kemenag dapat menyentuh dua generasi tersebut sehingga dapat membantu menyampaikan pesan-pesan dari Kementerian Agama.
“Sekali lagi saya berharap, agar program ini bermutu, berkualitas, tidak hanya orientasi aktivitas, tidak hanya orientasi kegiatan, tapi berorientasi pada hasil. Hasil yang akan dicapai lewat kegiatan ini terukur, berdampak positif, berdampak signifikan untuk menggapai dan menyentuh anak-anak milenial kita,” tandas Kamaruddin.
(Fadly)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



