Jakarta, Bimas Islam – Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Dirjen Bimas) Islam Kementerian Agama (Kemenag), Abu Rokhmad menegaskan, Isra Mikraj bukan sekadar perjalanan spiritual, tetapi juga pelajaran moral dan sains yang relevan bagi pembangunan bangsa. Hal ini disampaikannya dalam peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW tingkat kenegaraan tahun 2025 di Auditorium H.M. Rasjidi Kemenag, Jakarta, Kamis (30/1/25).
Abu Rokhmad menjelaskan, tema Isra Mikraj sebagai Pondasi Spiritual Bangsa Menuju Indonesia Maju ini memiliki makna mendalam bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.
"Isra Mikraj adalah perjalanan spiritual yang mengajarkan pentingnya nilai-nilai keimanan dan ketakwaan sebagai fondasi kehidupan yang harmonis. Lebih dari itu, peristiwa ini juga memiliki dimensi saintifik yang dapat menjadi inspirasi bagi kemajuan peradaban," ujarnya.
Nilai Spiritual dan Moral dalam Isra Mikraj
Ia menekankan, Isra Mikraj membawa pesan penting tentang komunikasi langsung dengan Allah SWT melalui salat, yang merupakan tiang agama dan pilar utama kehidupan umat Islam. Selain itu, peristiwa ini juga menyampaikan nilai-nilai moral seperti keadilan, pengorbanan, kesetiaan kepada Allah, serta pentingnya mencintai sesama manusia.
"Salat yang diperintahkan dalam Isra Mikraj adalah pengingat bagi kita bahwa membangun bangsa tidak hanya mengandalkan kecerdasan dan strategi, tetapi juga harus dilandasi oleh spiritualitas yang kuat," tambahnya.
Menurutnya, bangsa yang maju adalah bangsa yang memiliki integritas, keimanan, serta mampu menjaga kerukunan antarumat beragama. Dengan menjadikan nilai-nilai Isra Mikraj sebagai pedoman, Indonesia dapat berkembang menjadi negara yang lebih sejahtera dan beradab.
Momentum Membangun Bangsa dengan Integritas dan Keimanan
Lebih lanjut, Abu juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan peringatan Isra Mikraj sebagai titik tolak dalam memperbaharui tekad membangun bangsa dengan penuh integritas. Ia berharap setiap individu, baik pemimpin maupun masyarakat, dapat menjalankan perannya dengan nilai-nilai spiritual yang kuat.
"Mari kita jadikan peringatan ini sebagai momentum untuk memperkuat kebersamaan dalam membangun Indonesia yang lebih maju, sejahtera, dan diridai oleh Allah SWT," tutupnya.
Hadir dalam acara tersebut, Menteri Agama, Nasaruddin Umar, Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi'i, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, dan sejumlah Wakil Menteri Kabinet Merah Putih, Duta Besar negara-negara sahabat, Pejabat Eselon 1 dan 2 di Kementerian Agama, staf khusus dan tenaga ahli Menteri Agama, serta para ulama dan tokoh umat Islam.
An/Mr



