Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Jenderal (Dirjen) Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kementerian Agama (Kemenag) Kamaruddin Amin mengatakan, Masjid Al-Aqsa di Palestina memiliki kedudukan yang tinggi dan mulia bagi umat Islam.
Hal ini dijelaskan Dirjen saat menjadi narasumber Kajian Rutin Virtual Kajian Kitab Shahih Bukhari bertema 'Perubahan Arah Kiblat dan Pentingnya Masjid Al-Aqsa' yang disiarkan secara daring melalui Youtube Bimas Islam TV, Ahad (20/2/2022).
"Salah satu keistimewaan Masjid Al-Aqsa adalah pernah menjadi kiblat salat bagi umat Islam. Pada awal-awal Islam sampai Nabi Saw hijrah ke Madinah umat Islam salat menghadap ke Masjid Al-Aqsa di Palestina," jelas Dirjen.
Dirjen menerangkan, Masjid Al-Aqsa menjadi kiblat bagi umat Islam selama 17 bulan sebelum akhirnya diubah ke Masjidil Haram. "Perlu saya sampaikan Masjid Al-Aqsa dalam pandangan Islam adalah sangat suci dan mulia," kata Dirjen.
Guru Besar Ilmu Hadits di UIN Alauddin Makassar ini menambahkan, keistimewaan lain dari Masjid Al-Aqsa adalah pernah menjadi tempat singgah Nabi Muhammad Saw ketika melakukan Isra' dan Mikraj.
"Dalam ayat Al-Qur'an Surah Al-Israa jelas sekali disebutkan. Di Masjid Al-Aqsa ini Nabi Saw naik ke Sidratul Muntaha. Dalam sejarahnya sudah kita ketahui berama," katanya.
Keistimewaan lain, imbuh Dirjen, Masjid Al-Aqsa merupakan masjid tertua kedua setelah Masjidil Haram. Hal ini sebagaimana penjelasan Nabi Saw ketika ditanya oleh Abu Dzar Al-Ghifari.
"Dalam riwayat itu, Nabi Saw juga menjelaskan kedua tempat ibadah umat Islam ini memiliki selisih 40 tahun. Jadi Masjid Al-Aqsa dalam pandangan Islam merupakan tempat yang suci, mulia, dan istimewa. Karena itu, kita juga dianjurkan untuk safar ke Masjid Al-Aqsa," kata Dirjen.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



