bimasislam, Pekanbaru --- Bimas Islam memiliki Program Prioritas yang dapat mendorong upaya yang terstruktur, sistematik dan massif dalam memberikan pelayanan yang signifikan kepada umat khususnya pada pembangunan bidang agama yang menjadi tugas dan fungsi Bimas Islam.
Hal tersebut disampaikan Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin saat menghadiri kegiatan “Temu Tokoh Pemuka Agama Tentang Layanan Kebimasislaman di Provinsi Riau” di Hotel Aryaduta Pekanbaru, Riau.
Ditjen Bimas Islam merupakan salahsatu unit eselon I di Kementerian Agama yang paling banyak layanannya kepada masyarakat, jelas Amin.
Penyuluh dan kemitraaan dengan ormas keagamaan merupakan bagian dari bimbingan yang dilakukan Bimas Islam kepada masyarakat, dimana rasionya adalah satu orang penyuluh melayani 5000 orang, jelas Amin.
Selain itu lanjut Amin, isu-isu aktual yang ada dimasyarakat tidak bisa kita bendung dan kita harus dapat menyikapi isu-isu aktual yang berkembang di masyarakat dengan baik terutama di media sosial.
Sebagai contoh Bimas Islam sebelumnya menghadapi dua isu nasional, seperti gratifikasi KUA dan korupsi pengadaan Al Qur’an. Dan yang terkini adalah isu zakat ASN, isu pengeras suara masjid, isu standarisasi khatib dan isu ceramah di media, terang Amin.
Peserta kegiatan ini berjumlah 80 orang terdiri dari perwakilan peserta dari Ormas Islam, MUI Provinsi, Komunitas Keagamaan Islam, Tokoh/Pemuka Agama, Pengurus DKM, Kanwil Kemenag Provinsi se-Sumatera, dan Pejabat/Staf di lingkungan Ditjen Bimas Islam.
(iwan)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



