Bengkulu, Bimas Islam, Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin mengatakan, didirikannya Majelis Dai Kebangsaan bertujuan untuk merawat kebangsaan dan keindonesiaan dengan segala keberagamannya.
Hal itu ia sampaikan saat mengukuhkan Pengurus Wilayah Majelis Dai Kebangsaan Provinsi Bengkulu, Selasa (6/6/2023).
“Indonesia adalah negara bangsa yang sangat besar. Memiliki kultur, budaya, dan agama yang berbeda-beda dan beragam, sehingga membutuhkan sinergi dan kolaborasi dari seluruh warga negara, serta segenap komponen untuk merawat bangsa dan agama yang kita cintai ini," tuturnya.
Kamaruddin juga mengungkapkan, Indonesia merupakan bangsa yang sangat religius, meski bukan negara agama. Peran agama, menurutnya, sangat fundamental. Agama dalam konstitusi ditempatkan dalam posisi terhormat.
"Oleh karenanya, kita harus bersama-sama menjaga dan merawat keindonesiaan yang sangat diversity, multiculture, beragam dengan pendekatan paham perilaku dan sikap keberagamaan kita," ujar Dirjen.
Kamaruddin menegaskan, penceramah memiliki peran yang sangat sentral dan strategis untuk meningkatkan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Sebagai informasi, Kamaruddin Amin mengukuhkan sebanyak 40 orang Pengurus Wilayah Majelis Dai Kebangsaan yang terdiri dari unsur Pemerintah Daerah Provinsi Bengkulu dan Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu, pada Selasa (6/6/2023).
Majelis Dai Kebangsaan dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama Nomor 859 tahun 2022. Kamaruddin Amin ditunjuk sebagai Ketua Majelis, sementara Direktur Penerangan Agama Islam, Ahmad Zayadi menjadi Sekretaris Umum.
Ba/Mr



