Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Jenderal Bimas Islam Kamaruddin Amin mengatakan, ibadah puasa Ramadan harus dijalankan dengan niat yang sungguh-sungguh.
"Puasa ini kan sesungguhnya harus kita laksanakan dengan ketulusan, dengan keikhlasan. Kita jangan mensiasati puasa supaya tidak lapar, tidak haus, lalu suntik vitamin, itu bertentangan dengan tujuan puasa," kata Kamaruddin menjadi narasumber dalam acara Islam Itu Indah TransTV, Selasa (13/4/2021).
Puasa lanjut Kamaruddin adalah sarana berkomunikasi dan sarana untuk mendekatkan diri dengan Sang Pencipta. Puasa tidak hanya mengenai persoalan haus dan lapar.
"Jadi puasa itu jangan hanya dilihat dari yang membatalkan dan tidak membatalkan saja, itu terlalu elementer, terlalu dasar seperti anak-anak istilahnya. Bagi orang dewasa, seharusnya berpikir bahwa puasa itu adalah sebuah medium komunikasi personal yang sangat pribadi antara kita dengan Allah subhanahuwata'ala dan dengan berpuasa kita sedang berkomunikasi, kita sedang mendekatkan diri kepada Allah subhanahuwata'ala," tutur Kamaruddin.
Meski saat ini masih dalam suasana pandemi, Kamaruddin mengajak umat untuk tetap khusyuk menjalani ibadah puasa.
"Oleh karena itu yang harus kita lakukan, tadi pak ustaz juga sudah menjelaskan tentang amaliah ramadan, ya kita memperbanyak zikir, bertadarus dan melakukan hal-hal bermanfaat lainnya, termasuk tadi yang saya sampaikan tentang dimensi sosial dari puasa," pungkas Kamaruddin.
(Fadly)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



