Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Jenderal Bimas Islam Kamaruddin Amin mengatakan, manfaat zakat, infak sedekah dan wakaf (Ziswaf) harus masif disampaikan ke masyarakat.
"Tantangan kita semua dalam ekosistem perwakafan ini adalah bagaimana kita bisa menyampaikan ke publik secara transparan dan secara masif, misal tentang manfaat atau penggunaan Ziswaf ini, misalnya Baznas Seluruh Indonesia, LAZ seluruh Indonesia, BWI seluruh Indonesia dan lembaga lain yang terlibat harus mampu menyampaikan kepada masyarakat secara tebuka," kata Kamaruddin di Jakarta, Rabu (5/5/2021).
Dengan sosialiasi yang masif lanjut Kamaruddin, diharapkan semakin mendorong minat masyarakat untuk melakukan Ziswaf.
"Best practice yang sudah dilakukan di lapangan, memberdayakan kemiskinan harus dipublikasi secara masif, ini tantangan kita, bagaimana menarik partisipasi masyarakat," ujarnya.
"Misalnya Baznas kita itu sudah melakukan banyak sekali, tugas Baznas itu bukan hanya mendistribusikan, bukan hanya mengumpulkan, tapi juga memberdayakan," tambah Kamaruddin.
(Fadly)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag: Sulsel Berpeluang Jadi Pusat Pengembangan Ekonomi Syariah di Wilayah Timur Indonesia
Makassar, Bimas Islam — Sulawesi Selatan berpeluang menjadi pusat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di wilayah timur Indonesia. Potensi tersebut…



