Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Jenderal Bimas Islam Kamaruddin Amin mengatakan, manfaat zakat, infak sedekah dan wakaf (Ziswaf) harus masif disampaikan ke masyarakat.
"Tantangan kita semua dalam ekosistem perwakafan ini adalah bagaimana kita bisa menyampaikan ke publik secara transparan dan secara masif, misal tentang manfaat atau penggunaan Ziswaf ini, misalnya Baznas Seluruh Indonesia, LAZ seluruh Indonesia, BWI seluruh Indonesia dan lembaga lain yang terlibat harus mampu menyampaikan kepada masyarakat secara tebuka," kata Kamaruddin di Jakarta, Rabu (5/5/2021).
Dengan sosialiasi yang masif lanjut Kamaruddin, diharapkan semakin mendorong minat masyarakat untuk melakukan Ziswaf.
"Best practice yang sudah dilakukan di lapangan, memberdayakan kemiskinan harus dipublikasi secara masif, ini tantangan kita, bagaimana menarik partisipasi masyarakat," ujarnya.
"Misalnya Baznas kita itu sudah melakukan banyak sekali, tugas Baznas itu bukan hanya mendistribusikan, bukan hanya mengumpulkan, tapi juga memberdayakan," tambah Kamaruddin.
(Fadly)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



