Jakarta, Bimas Islam --- Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama, Kamaruddin Amin mengatakan, moderasi beragama bukan berarti pendangkalan akidah. Dirjen mengungkapkan, banyak masyarakat yang tidak memahami moderasi beragama. Sehingga beredar kabar tidak benar tentang program prioritas Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf tersebut.
“Ada yang mengatakan moderasi beragama itu mendangkalkan akidah, pesan dari barat, dan beragama setengah-setengah. Sama sekali tidak betul,” kata Dirjen saat membuka Sosialisasi Penguatan Moderasi Beragama bagi Pegawai Ditjen Bimas Islam di Hotel Santika Premiere, Hayam Wuruk, Jakarta Barat, Senin (30/05).
Guru Besar UIN Alauddin Makassar itu menjelaskan, moderasi beragama berarti memiliki paham dan perilaku keberagamaan yang kuat serta kokoh. Kamaruddin mencontohkan, jangan karena berpaham moderasi beragama, menjalankan ibadah jadi setengah-setengah dan sesuai keinginan saja.
“Seluruh ibadah mahdhah tetap harus dijalankan. Jangan karena moderasi beragama jadi meremehkan hubungan kita dengan Allah, itu tidak benar,” ujarnya.
Dirjen mengajak kepada seluruh pegawai Ditjen Bimas Islam untuk mendiseminasikan paham moderasi beragama kepada masyarakat.
“Sebagai ujung tombak program moderasi beragama, seluruh pegawai Ditjen Bimas Islam berkewajiban mendiseminasikan dan menyukseskan program prioritas pemerintahan Jokowi-Ma’ruf,” pungkasnya.
(Tommy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



