Jakarta, Bimas Islam -- Moderasi beragama memiliki arti yang luas. Bukan hanya tentang menghargai agama satu sama lain, moderasi beragama juga berperan dalam pembangunan.
Hal itu disampaikan Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin dalam kegiatan Konsolidasi Kelembagaan KUA dan Manajemen Kinerja Pimpinan, Selasa (11/7/2023), di Jakarta.
"Moderasi beragama itu luas, khususnya dalam Islam. Beragama tidak hanya berurusan dengan metafisik atau moral agama, namun juga harus berkontribusi dalam pembangunan. Agama harus punya kontribusi konkret dalam kehidupan berbangsa dan negara. Agama harus berperan dalam transformasi ekonomi," ucapnya.
Dirjen menjelaskan, moderasi beragama harus diterapkan dalam ruang-ruang publik.
"Beragama tidak hanya di masjid, tidak hanya di tempat rumah rumah ibadah. Beragama itu adalah merefleksikan agama di mana pun dan kapan pun, terutama di ruang publik. Kita dituntut berlomba merefleksikan sikap keagamaan yang moderat, harus kita refleksikan di ruang publik," ujarnya.
"Moderasi beragama di ruang publik adalah meyakini agama kita sebagai agama yang benar, tetapi kita menghormati orang yang berbeda keyakinan dengan kita," kata Dirjen.
Dirjen menyebut, Kementerian Agama berperan strategis dalam memberi literasi dan contoh sikap moderat kepada masyarakat.
"Kita (Kementerian Agama) tentu punya peran yang sangat strategis dalam menerjemahkan moderasi beragama dalam kehidupan berbangsa dan negara. Kita ingin memainkan peran itu secara efektif, memberi literasi kepada umat sekaligus memberi contoh," ucapnya.
Msk/Mr



