Makassar, Bimas Islam -- Direktur Jenderal Bimas Islam Kamaruddin Amin mengatakan, Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) menjadi salah satu instrumen untuk merawat kehidupan beragama di Indonesia. Hal itu ia sampaikan dalam kegiatan Peningkatan Kompetensi Dewan Hakim di Hotel Claro Makassar, Kamis (23/02/2023).
Dalam perjalanannya, pelaksanaan MTQ tidak hanya dilihat sebatas rutinitas seremonial, tetapi juga mampu menjadi momentum strategis untuk membangun perilaku dan budi pekerti kehidupan masyarakat dengan nilai-nilai Qur’ani. Karenanya, MTQ dinilai memiliki fungsi instrumental untuk menjaga dan merawat kehidupan beragama di masyarakat.
"Tantangan kita banyak sekali, MTQ adalah salah satu instrumen untuk merawat dan menjaga keberagamaan di Indonesia," ujar Kamaruddin
Menurutnya, MTQ sebagai fungsi instrumental untuk merawat kehidupan beragama di Indonesia, harus dibarengi dengan peningkatan kualitas.
"Semoga MTQ ini bisa kita tingkatkan mutu dan kualitasnya. Demikian juga impact outcome yang selama ini berkontribusi luar biasa," lanjutnya
Dirjen Bimas Islam juga berterima kasih kepada seluruh pihak yang turut merawat kehidupan beragama melalui kegiatan MTQ.
"Sadar atau tidak, dampak (MTQ) sangat fundamental. Karena itu, saya terus menerus menyampaikan terima kasih kepada kita semua yang tulus menjaga dan merawat kehidupan beragama," pungkasnya.
Acara turut dihadiri Kasubdit MTQ dan Al-Hadis Rijal Ahmad Rangkuty, sejumlah pejabat Bimas Islam dan Kanwil Kemenag Sulawesi Selatan, serta ratusan peserta pelatihan secara Daring dan Luring.
Fn/Mr



