Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Jenderal Bimas Islam Kamaruddin Amin optimis, Indonesia dapat menjadi pusat keuangan syariah dunia. Hal itu disampaikan Kamaruddin sebagai narasumber dalam Diskusi Virtual Ramadan Kampus UIN Alauddin Makassar, Kamis (29/4/2021).
“Kita tahu bahwa Indonesia ini diharapkan menjadi pusat ekonomi Islam dunia. Sebagai gerakan filantropi Islam, keuangan sosial syariah, momentumnya banyak sekali perhatian dari masyarakat kita,” kata Kamaruddin.
Diantara perhatian umat terhadap filantropi Islam lanjut Kamaruddin, yaitu tingginya minat umat dalam berinfak dan sedekah.
“Kalau bicara filantropi Islam, kita bicara infaq, zakat, wakaf, sedekah,” ujar Kamaruddin.
Kamaruddin kembali menegaskan, dengan gerakan infak, sedekah, zakat dan wakaf, potensi Indonesia menjadi pusat keuangan syariah dunia sangat besar.
(Fadly)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



