Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Jenderal Bimas Islam Kamaruddin Amin optimis, Indonesia dapat menjadi pusat keuangan syariah dunia. Hal itu disampaikan Kamaruddin sebagai narasumber dalam Diskusi Virtual Ramadan Kampus UIN Alauddin Makassar, Kamis (29/4/2021).
“Kita tahu bahwa Indonesia ini diharapkan menjadi pusat ekonomi Islam dunia. Sebagai gerakan filantropi Islam, keuangan sosial syariah, momentumnya banyak sekali perhatian dari masyarakat kita,” kata Kamaruddin.
Diantara perhatian umat terhadap filantropi Islam lanjut Kamaruddin, yaitu tingginya minat umat dalam berinfak dan sedekah.
“Kalau bicara filantropi Islam, kita bicara infaq, zakat, wakaf, sedekah,” ujar Kamaruddin.
Kamaruddin kembali menegaskan, dengan gerakan infak, sedekah, zakat dan wakaf, potensi Indonesia menjadi pusat keuangan syariah dunia sangat besar.
(Fadly)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Alissa Wahid: Ketahanan Bangsa Dibangun dari Keluarga
Bogor, Bimas Islam — Penasihat Ahli Menteri Agama, Alissa Wahid, mengungkapkan, ketahanan bangsa berawal dari keluarga yang kuat. Karena itu, penguatan…



