Jakarta, Bimas Islam --- Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI Kamaruddin Amin mengatakan, puasa di bulan suci Ramadan merupakan perjalanan spiritual, sehingga menjadi momentum untuk membersihkan jiwa dan hati.
Demikian dikatakannya saat memberikan sambutan pada acara “Pembinaan Rohani Islam” Pembinaan Rohani Bagi Pegawai di Ditjen Bimas Islam, di Gedung Kemenag, Jl. MH. Thamrin No. 6, Jakarta, Senin (10/5).
“Sebagaimana yang dikatakan oleh Maulana Jalaluddin Rumi, seorang penyair sufi besar awal abad 13, dalam magnum opusnya yang sangat terkenal (Matsnawi) menggambarkan puasa sebagai hidangan rohani, hidangan rahasia, hidangan langit, nutrisi rohani yang dibutuhkan oleh jiwa untuk mempertajam spiritualitasnya,” paparnya.
Kamaruddin mengutip hadis, puasa dikatakan sebagai perisai (al-shiyaamu junnatun), puasa adalah bisnis Tuhan dengan hamba-Nya, dalam Al-Qur’an, puasa adalah medium untuk menggapai status takwa.
Guru Besar UIN Alauddin Makassar itu menyebut, puasa adalah medium instrumen komunikasi personal yang sangat pribadi antara hamba dengan pencipta-Nya, serta protektor yang dapat memproteksi diri untuk menghindari perbuatan yang tidak diridai oleh Allah SWT.
“Oleh karena itu puasa yang kita lakukan saat ini, semoga semakin bermutu, semakin berkualitas, sehingga dapat membentuk pribadi dan karakter yang bertakwa,” pungkasnya.
(Anty)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



