Papua, Bimas Islam --- Salah satu program Ditjen Bimas Islam yang bersentuhan langsung dengan perbaikan ekonomi umat ialah Kampung Zakat. Program ini diwujudkan dengan istilah yang sudah masyhur dengan sebutan "Kampung Zakat". Program ini melibatkan banyak pihak diantaranya Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, BAZNAS, dan Lembaga Amil Zakat, disemua tingkatan, diharapkan mampu membantu masyarakat yang berada di pelosok negeri dibelahan bumi nusantara dapat merasakan kehadiran Negara bersama-sama kekuatan civil society melalui penanganan program yang sinergis, integratif dan komprehensif.
Dirjen Bimas Islam, Muhammadiyah Amin dalam kesempatan tersebut mengucapkan terima kasih dan apresisasi yang setinggi-setingginya kepada pemerintah daerah baik provinsi dan kabupaten di Nabire, Papua yang telah memberikan kesempatan untuk dilaksanakannya "Peresmian Program Kampung Zakat" yang merupakan salah satu Program Percontohan Desa Binaan Bimas Islam.
Selain itu, Muhammadiyah Amin pun menegaskan bahwa program ini bertujuan untuk membangun masyarakat yang mandiri dan kuat melalui pemberdayaan masyarakat berbasis dana zakat, infak, dan sedekah baik secara ekonomi, pendidikan, pembinaan keagamaan (dakwah), kesehatan, dan sosial kemanusiaan. Program tersebut didesign selama kurun waktu 3 (tiga) tahun, yaitu fase perintisan, pelaksanaan, dan selanjutnya adalah kemandirian. Hal ini tentu, merupakan pekerjaan yang membutuhkan perhatian penuh baik dari penyelenggara maupun masyarakat selaku penerima manfaat yang nantinya akan membantu untuk keluar dari lingkaran kemiskinan baik bersifat kultural maupun struktural, Senin (15/7).
Lebih lanjut, Orang nomor satu di Bimas Islam dan sekaligus sebagai anggota BAZNAS ini menuturkan bahwa saat ini mungkin masyarakat di Kampung Gamei Jaya sebagai mustahik atau penerima zakat, dikemudian hari menjadi muzaki atau pembayar zakat, tuturnya.
Dalam kesempatan sebelumnya, Nana Mintarti, anggota BAZNAS menyampaikan bahwa Kampung Zakat melibatkan unsur lembaga zakat yaitu BAZNAS dan LAZ secara nasional hingga kabupaten/kota, hal ini menunjukkan komitmen bahwa lembaga zakat bersedia membantu pemberdayaan masyarakat melalui program zakat yang berkelanjutan.
Sementara itu, Fuad Nasar, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf menyampaikan bahwa dalam pelaksanaan program Kampung Zakat terdapat 3 (tiga) hal yang perlu menjadi perhatian, yaitu pertama, pemetaan sasaran penyaluran zakat kepada mustahik penerima zakat, kedua, penguatan koordinasi antar pemangku kepentingan, termasuk instansi vertikal pemerintah pusat dan pemerintah daerah sehingga masyarakat menggerakkan zakat zakat menggerakkan masyarakat. Ketiga, pengembangan program pendayagunaan zakat sehingga menghasilkan maximum output untuk penanggulanagan kemiskinan dan mewujudkan suatu masyarakat yang adil dan makmur dari lingkungan terkecil.
Fuad pun melanjutkan bahwa Kabupaten Nabire termasuk dari daerah yang telah ditetapkan wilayah tertinggal. "Sebelum digulirkan, terlebih dahulu dilakukan assessment oleh tim dari BAZNAS dan LAZ yang mengacu pada standard Indeks Desa Zakat, adapun hasil tersebut mengindikasikan bahwa Kampung Gamei Jaya Jaya ini merupakan daerah yang layak untuk dijadikan pilot project program Kampung Zakat", tandasnya.
Pemerintah daerah melalui Bupati yang diwakili Asisten Deputi I bidang Pemerintahan mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Agama melalui Ditjen Bimas Islam yang telah menunjuk dan menetapkan Kampung Gamei Jaya, Distrik Uwapa, Kabupaten Nabire sebagai salah satu lokasi program percontohan pemberdayaan umat melalui Kampung Zakat, hal ini diharapkan mampu membantu masyarakat untuk berkembang secara ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan lainnya.
Tahun 2019, Ditjen Bimas Islam telah menetapkan 7 lokasi di 7 provinsi diantaranya Kota Bekasi (Jawa Barat), Kab. Aceh Singkil (Aceh), Kab. Indragiri Hilir (Riau), Kab. Bulukumba (Sulawesi Selatan), Kab. Nunukan (Kalimantan Utara), Kab. Buru (Maluku), dan Kab. Nabire (Papua).
Dalam kesempatan itu hadir pimpinan jajaran Ditjen Bimas Islam, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nabire, Unsur Pimpinan BAZNAS Provinsi Papua, Unsur Pimpinan BAZNAS Kabupaten Nabire, Pimpinan Lembaga Amil Zakat skala nasional dan skala provinsi, Kepala Distrik Uwapa, Kepala Kampung Gamei Jaya, Tokoh Adat, Pemuka Agama, Tokoh Pemuda, dan warga setempat.
Jalannya Acara Peresmian "Kampung Zakat"
Saat kedatangan Dirjen Bimas Islam yang didampingi oleh Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Kepala Kanwil Kementerian Agama Papua, Pemerintah Daerah Kabupaten yang diwakili oleh Asisten 1 Bidang Pemerintahan, Kepala Kantor Kemenag Kab. Nabire disambut dengan shalawat Thala'al Badru yang didendangkan oleh Majelis Taklim Ibu-ibu dan sekaligus pengalungan bunga. Dan setelah dilakukan seremonial penyambutan, Dirjen secara hangat menyalami seluruh warga yang hadir yang telah menunggu di bawah tenda yang disiapkan atas inisiatif warga dan secara sederhana. Acara tersebut merupakan partisipasi warga Kampung Gamei Jaya terhadap kesediaan seluruh jajararan yang berkenan hadir dan melihat langsung tanah Papua yang berada diujung Timur Indonesia.
Setelah dilakukan acara pemberian sambutan dari berbagai kalangan, Dirjen Bimas Islam, Muhammadiyah Amin membuka program tersebut secara resmi yang ditandai dengan pembukaan tirai berisikan papanisasi lokasi kampung zakat. Dan selanjutnya penyerahan bantuan Ditjen Bimas Islam yang diberikan oleh Dirjen Bimas Islam kepada warga setempat berupa sembako (sembilan bahan pokok).
Penulis: Achmad Soleh
Editor: Achmad Soleh
Poto : Bimas Islam
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



